Komdigi Siapkan Anak Muda Indonesia Timur Kuasai Teknologi AI

Wamenkomdigi Nezar Patria saat berdiskusi bersama para pegawai di Balai Besar Pelatihan SDM Komdigi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital)

Komdigi Siapkan Anak Muda Indonesia Timur Kuasai Teknologi AI

Siti Yona Hukmana • 30 October 2026 13:15

Jakarta: Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria, mengatakan (Komdigi) berperan menyiapkan anak muda di Indonesia Timur untuk mengadopsi dan menguasai teknologi kecerdasan artifisial (AI). Tujuannya, agar mampu meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan usaha di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.

"Buat kaum muda, kita jangan takut dengan teknologi ini. Kita kuasai, kita jadikan AI sebagai pendamping, sebagai alat, sebagai mitra untuk mengerjakan tugas-tugas ataupun proyek-proyek yang sedang kita tekuni. Dengan bantuan AI, hasilnya akan lebih optimal," kata Nezar dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 30 Oktober 2026.

Penyiapan talenta ini dilakukan melalui Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia (BBLSDM) Kemkomdigi Makassar. Nezar menilai Makassar memiliki posisi strategis sebagai hub Indonesia Timur. 

BBLSDM Komdigi Makassar perlu memperluas pelatihan untuk menutup kesenjangan talenta digital. Sekaligus membekali anak muda dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, pemerintahan, dan usaha.

"Kita perlu menutup kesenjangan talenta digital yang ada dengan melatih lebih banyak anak muda di Indonesia Timur dengan keterampilan digital, teknologi baru, dan mengajak mereka untuk mengadopsi teknologi ini di sektor-sektor tempat mereka bergerak,” kata Nezar.

Penguatan keterampilan digital juga diarahkan untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengadopsi teknologi. Hal itu guna meningkatkan produktivitas. Nezar menekankan pelatihan harus memberikan dampak nyata bagi perkembangan ekosistem digital di Indonesia Timur.

"Kita juga membantu banyak UMKM yang mencoba mengadopsi teknologi digital. Intinya, bagaimana balai pelatihan yang sudah cukup berpengalaman ini bisa semakin kuat dan semakin berdampak bagi ekosistem digital yang ada di Indonesia Timur," kata Nezar.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. Foto: Metrotvnews/Azri Arifin

Nezar mengingatkan anak muda untuk memahami perkembangan AI yang bergerak cepat, mulai dari AI generatif hingga AI agent dan agentic AI yang mampu menjalankan berbagai tugas secara otonom. Perubahan ini menuntut anak muda untuk terus belajar dan menguasai teknologi agar dapat memanfaatkannya secara tepat.

"Gelombang teknologi baru artificial intelligence atau kecerdasan artifisial ini memang luar biasa, sangat dinamis, dan hampir setiap hari kita mendengar berita tentang AI dan inovasi baru," ujar Nezar.

Nezar menegaskan manusia harus tetap menjadi pusat kendali dalam pemanfaatan AI. Teknologi tersebut perlu ditempatkan sebagai alat bantu untuk mendukung pekerjaan dan proyek, bukan sebagai pihak yang mengendalikan manusia.

"Jangan jadikan AI itu sebagai tuan kita, jadikan dia sebagai pekerja kita. Kita tetap ada di pusatnya, jadi human in the center (manusia sebagai pusat) atau human in the loop (partisipasi manusia) itu yang paling penting. Untuk itu, kuasai teknologinya," kata Nezar. 

(Siti Yona Hukmana)