Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan. MI/Moh Irfan
Pidato Anies Dinilai Menegaskan Gelora Perbaikan
Fachri Audhia Hafiez • 18 July 2023 19:40
Jakarta: Bakal calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan menyampaikan pidato politik dalam Apel Siaga Perubahan Partai NasDem di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, 16 Juli 2023. Pidato tersebut dinilai menegaskan gelora perubahan dan perbaikan.
"Dalam konteks Indonesia ke depan tidak boleh lagi kemudian bersifat diskriminatif dan tidak memberikan ruang yang setara bagi elemen masyarakat yang ada di Indonesia," kata Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam, saat dikonfirmasi, Selasa, 18 Juli 2023.
Pidato itu juga dikemas dalam materi doa. Umam melihat hal tersebut sebagai kritik sosial terkait ekonomi dan kesejahteraan.
Selain itu, kata dia, ada kritik soal penegakan hukum dan keadilan sosial yang disampaikan Anies. Termasuk, ruang demokrasi yang belakangan mengalami gesekan.
"Menjadi distinguished variable atau variabel pembeda antara Anies dengan capres-capres yang lain," ucap Umam.
Umam mengatakan semua poin itu disampaikan dan dirangkum dalam argumen yang agamis oleh Anies. Termasuk, bagaimana menyerahkan semua usaha pada Tuhan.
Anies, kata dia, juga menyampaikan tidak ada jalan lunak mencapai kemenangan. Sehingga, Anies mengingatkan seluruh pihak untuk berjuang keras. Terlebih, ada framing terhadap KPP.
“Jadi saya pikir pesan itu kuat, dan kalau memang betul itu yang disampaikan, seharusnya pemerintah atau mungkin Pak Jokowi sendiri tidak perlu khawatir," ujar Umam.
Dia menilai Presiden Jokowi tak perlu takut dan berpikir seolah koalisi tersebut bakal menafikan seluruh capaian pemerintahan saat ini. Sebagaimana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyerahkan keberlanjutan pembangunan ke Jokowi.
"Dan begitu pula SBY melanjutkan dari pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Jadi tidak ada hal yang perlu ditakuti dari konteks narasi-narasi itu," pungkas Umam.