Ilustrasi/BRIN
Tak Hanya Lewat Fenomena Matahari di Atas Ka'bah, Ini 6 Cara Menentukan Arah Kiblat
Putri Purnama Sari • 16 July 2026 15:15
Jakarta: Menentukan arah kiblat merupakan hal penting bagi umat Islam karena menjadi salah satu syarat sah dalam melaksanakan salat. Kiblat sendiri mengarah ke Ka'bah yang berada di Masjidilharam, Makkah.
Selain menggunakan kompas atau aplikasi digital, arah kiblat juga dapat ditentukan melalui berbagai metode ilmiah, termasuk fenomena matahari yang berada tepat di atas Ka'bah atau dikenal sebagai Rashdul Kiblat.
Perintah menghadap kiblat telah dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 144.

Qad nara taqalluba wajhika fis sama', fa lanuwalliyannaka qiblatan tardhaha fa walli wajhaka syathral Masjidil Haram, wa haitsu ma kuntum fa wallu wujuhakum syathrah, wa innalladzina utul kitaba laya'lamuna annahul haqqu mir rabbihim, wa mallahu bighafilin 'amma ya'malun.
Artinya: "Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana pun kamu berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidilharam) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."
Apa Itu Kiblat?
Secara bahasa, kiblat berarti arah. Dalam istilah syariat Islam, kiblat merupakan arah menuju Ka'bah di Masjidilharam yang menjadi acuan umat Islam saat melaksanakan salat maupun ibadah tertentu.
Menghadap kiblat menjadi salah satu syarat sah salat sehingga setiap muslim dianjurkan memastikan arah kiblat telah sesuai sebelum beribadah.
Cara Menentukan Arah Kiblat yang Benar
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat, baik secara astronomi maupun berdasarkan perhitungan geografi. Berikut penjelasannya.
1. Mengamati Matahari Tepat di Atas Ka'bah (Rashdul Kiblat)
Metode ini menjadi salah satu cara paling akurat untuk mengecek arah kiblat. Ketika matahari berada tepat di atas Ka'bah, bayangan benda yang berdiri tegak akan mengarah ke kiblat sehingga dapat dijadikan acuan.
Fenomena ini biasanya terjadi dua kali dalam setahun dan dimanfaatkan masyarakat untuk memverifikasi arah kiblat rumah maupun masjid. Di tahun ini, fenomena Rashdul Kiblat jatuh pada tanggal 15-16 Juli 2026.
2. Memanfaatkan Bayangan Matahari
Selain saat Rashdul Kiblat, arah kiblat juga dapat diketahui dengan memperhatikan arah bayangan benda tegak pada waktu tertentu berdasarkan perhitungan astronomi. Metode ini banyak digunakan oleh ahli falak dalam menentukan arah kiblat secara akurat.
3. Menggunakan Arah Utara Geografis (True North)
Cara ini dilakukan dengan menentukan arah utara geografis menggunakan kompas, tongkat istiwa', atau teodolit. Setelah arah utara diketahui, arah kiblat dihitung menggunakan sudut tertentu berdasarkan posisi geografis suatu wilayah.
4. Menggunakan Perhitungan Geografi
Metode geografi memanfaatkan ilmu geodesi untuk menentukan jalur terpendek dari suatu lokasi menuju Ka'bah melalui permukaan bumi. Perhitungan ini banyak digunakan dalam sistem pemetaan digital maupun aplikasi penentu arah kiblat.
5. Menggunakan Teori Ukur Bola
Dalam metode ini, bumi dianggap berbentuk bulat sehingga arah kiblat dihitung berdasarkan hubungan antara titik lokasi dengan Ka'bah melalui pusat bumi. Pendekatan tersebut banyak digunakan dalam ilmu falak dan astronomi.
6. Menggunakan Teori Navigasi
Metode navigasi menggunakan konsep loxodrome atau garis rhumb, yakni garis yang memotong seluruh garis bujur dengan sudut yang sama. Cara ini menghasilkan arah tetap menuju Ka'bah dan kerap digunakan dalam sistem navigasi.
Pentingnya Memastikan Arah Kiblat
Menentukan arah kiblat yang tepat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah salat. Kini, selain memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat, masyarakat juga dapat menggunakan kompas, aplikasi digital, maupun meminta bantuan petugas Kementerian Agama untuk memastikan arah kiblat telah sesuai.
(Khairunissa Auliya)