Relawan Sasar Bantuan Pendidikan dan Kesehatan untuk Penyintas Gempa di Kabupaten Ngada

Relawan memperluas penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Istimewa

Relawan Sasar Bantuan Pendidikan dan Kesehatan untuk Penyintas Gempa di Kabupaten Ngada

Whisnu Mardiansyah • 4 September 2026 21:00

Ngada: Pendekar 08 memperluas penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Memasuki hari ketiga aksi kemanusiaan, bantuan tidak hanya menyasar kebutuhan pokok, tetapi juga diarahkan ke sektor pendidikan, kesehatan, serta warga yang masih mengungsi secara mandiri.

Perluasan sasaran bantuan dilakukan untuk menjangkau kebutuhan masyarakat di sejumlah titik terdampak. Anak-anak sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan keluarga yang tidak tinggal di posko pengungsian terpusat menjadi bagian dari penerima dukungan.

Ketua Umum Pendekar 08 Ancilla Yanny Irmella mengatakan timnya mengunjungi tiga lokasi di Kabupaten Ngada pada hari ketiga kegiatan. Ketiga lokasi tersebut yakni Kelurahan Susu, MI Al-Ghuraba Bajawa, dan UPTD Puskesmas Aimere.

“Jadi kami dari Pendekar 08 hadir di sini untuk memberikan bantuan berupa sembako, perlengkapan sekolah dan mainan untuk anak-anak terutama ya, jadi kami hari ini akan turun di tiga titik yaitu di Kelurahan Susu, di Sekolah MI Al-Ghuraba Bajawa dan juga Puskesmas Aimere,” ujar Ancilla dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 4 September 2026.

Di MI Al-Ghuraba Bajawa, bantuan diberikan dalam bentuk perlengkapan sekolah dan mainan bagi anak-anak. Dukungan tersebut menjadi bagian dari penyaluran bantuan di tengah kondisi masyarakat yang masih menjalani pemulihan setelah gempa.

Sementara di bidang kesehatan, tim Pendekar 08 mendatangi UPTD Puskesmas Aimere. Selain menyalurkan bantuan, rombongan membawa pendamping untuk memberikan dukungan psikologis kepada anak-anak terdampak bencana.

“Dan nanti kami akan turunkan juga untuk tim trauma healing untuk bantu anak-anak untuk lebih mengatasi traumanya pada saat di sana pascagempa,” katanya.
 


Aksi kemanusiaan Pendekar 08 mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Ngada. Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menilai penanganan dan pemulihan setelah bencana membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.

Selain pemerintah daerah, unsur TNI dan Polri, relawan, serta masyarakat juga dinilai memiliki peran dalam mendukung proses pemulihan warga terdampak.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada dan seluruh masyarakat Ngada, kami menyampaikan terima kasih banyak dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman Pendekar 08 di bawah Bunda Ancilla,” ujar Bernadinus.

Bernadinus menilai kehadiran relawan di tengah masyarakat memiliki arti penting dalam situasi bencana. Dukungan tersebut tidak hanya dilihat dari bantuan yang disalurkan, tetapi juga kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi dampak gempa.

“Situasi ini tidak akan terjadi kalau kita tidak bersama-sama. Di dalam suasana kebencanaan ini atau situasi apapun, dalam peristiwa ini kita mesti kemudian bersama-sama,” katanya.


Relawan tengah berdiskusi menentukan barang bantuan yang akan dibawa untuk diserahkan kepada pengungsi. Foto: Metrotvnews.com/Anggi Tondi Martaon.
 

Ia berharap kerja sama berbagai pihak terus berlangsung selama masyarakat menjalani tahapan pemulihan.

“Sekali lagi terima kasih banyak kepada Bunda Ancilla, sampaikan salam hangat kami kepada teman-teman Pendekar 08, tidak boleh berhenti berbuat baik,” ujarnya.

Penyaluran bantuan Pendekar 08 juga menyasar masyarakat yang tidak tinggal di lokasi pengungsian terpusat. Kelompok pengungsi mandiri yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Ngada turut menjadi sasaran distribusi.

Komandan Kodim 1625/Ngada Letkol Inf Imam Subekti mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap masyarakat terdampak yang membutuhkan bantuan. Data tersebut digunakan untuk menentukan sasaran penyaluran bantuan di lapangan.

“Berkaitan dengan bantuan dari Pendekar 08, kami sebagai di wilayah mengetahui kondisinya yang sebenarnya sehingga kami menerima dengan sangat bersyukur bantuan tersebut dan kami akan spesifikan dengan sasaran yang sudah kami siapkan,” ujar Imam.

Menurut Imam, distribusi bantuan kepada pengungsi mandiri diperlukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang tidak berada di titik pengungsian utama.

Penyaluran bantuan akan dilakukan dengan melibatkan Babinsa yang berada di wilayah masing-masing. Personel tersebut membantu mengarahkan bantuan sesuai dengan kondisi masyarakat yang telah dipetakan.

“Di mana sasaran-sasaran kami yang saat ini adalah yang sifatnya mandiri, pengungsi mandiri, dan kami akan langsung dispesifikan melalui Babinsa-Babinsa yang ada di wilayah,” katanya.

Dengan mekanisme tersebut, bantuan diharapkan dapat diterima warga sesuai sasaran yang telah ditentukan berdasarkan kondisi di lapangan.

Pada hari ketiga aksi kemanusiaan, Pendekar 08 menyalurkan bantuan di Kelurahan Susu, Kecamatan Bajawa; MI Al-Ghuraba Bajawa di Kelurahan Kisanata, Kecamatan Bajawa; dan UPTD Puskesmas Aimere, Kabupaten Ngada.

Bantuan yang disalurkan mencakup sembako, perlengkapan sekolah, mainan anak, serta dukungan trauma healing. Penyaluran juga diarahkan kepada kelompok pengungsi mandiri melalui koordinasi dengan pihak kewilayahan.

Perluasan sasaran tersebut menunjukkan cakupan bantuan Pendekar 08 di Kabupaten Ngada pada hari ketiga, mulai dari kebutuhan anak-anak di lingkungan pendidikan, dukungan bagi fasilitas kesehatan, hingga masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian mandiri.

(Whisnu M)