Warga menaiki getek saat menerjang banjir di Kampung Tambun Sungai Angke, Tarumajaya, Bekasi, pada Jumat (30/1/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Tambun Sungai Angke Bekasi Tiga Pekan Terendam Banjir 1,5 Meter
Lukman Diah Sari • 30 January 2026 16:29
Bekasi: Kampung Tambun Sungai Angke, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, masih terendam banjir setinggi 80 sentimeter hingga 1,5 meter hingga memasuki pekan ketiga. Hingga Jumat, 30 Januari 2026, genangan air belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Berdasarkan pantauan Antara, ratusan rumah warga masih terendam banjir. Banjir dipicu oleh meluapnya aliran kali irigasi yang tidak mampu menampung debit air, diperparah tingginya intensitas hujan serta luapan sungai yang melintasi kawasan permukiman.
“Banjir melanda Tambun Sungai Angke sudah berlangsung kurang lebih 21 hari atau tiga minggu, dari sekitar tanggal 9 Januari sampai 30 Januari. Ketinggian air berkisar antara 80 sentimeter sampai 150 sentimeter atau satu setengah meter. Sejak Jumat dini hari sampai pagi hujan lebat juga melanda wilayah ini,” ujar salah seorang warga terdampak, Syaifulloh HR, saat ditemui di Tambun Sungai Angke, Bekasi, Jumat, 30 Januari 2026, melansir Antara.

Warga sedang memasuki kompleks Masjid Attaqwa Kampung Tambun Sungai Angke, Tarumajaya, Bekasi, pada Jumat (30/1/2026) untuk bersiap melakukan ibadah. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)
Menurut Ketua MUI Desa Pahlawan Setia tersebut, wilayah terparah berada di RW 06 Dusun 3 dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter. Sementara RW 05 terendam banjir setinggi 80 hingga 100 sentimeter. Syaifulloh berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak. Pasalnya, mayoritas warga menggantungkan hidup sebagai pedagang dan petani yang kini kesulitan beraktivitas akibat banjir.
“Sebagian besar mata pencaharian warga adalah pedagang dan petani. Karena banjir sudah lama, warga sulit berusaha dan berdagang. Sawah juga kebanjiran dan berdampak besar kepada petani,” katanya.
Selain bantuan logistik, warga juga membutuhkan layanan kesehatan secara berkala. Banjir yang berlangsung lama menyebabkan sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan.
“Pengobatan itu penting karena banjirnya sudah lama. Banyak warga mengalami masalah kesehatan, seperti demam dan penyakit kulit,” ucapnya.
“Saluran air ke Segara Jaya sudah dangkal dan lama tidak dinormalisasi. Karena saluran airnya macet, banjir di Tambun Sungai Angke lama surutnya, bisa berminggu-minggu. Di sini jadi seperti tempat parkirnya air,” kata Syaifulloh.
Akibat banjir, sejumlah sekolah di wilayah tersebut terpaksa menerapkan pembelajaran daring, di antaranya MI Attaqwa 41, SMP Attaqwa 13, dan SDIT Samba Taruma.
Sementara itu, beberapa perumahan terdampak banjir meliputi Perumahan Griya Rahmani, Leticia Mansion, Bumi Sakinah 2, serta Villa Mutiara Mas 1 dan 2. Pantauan ANTARA mencatat ketinggian air di Villa Mutiara Mas 1 dan 2 serta Bumi Sakinah 2 berkisar 30–45 sentimeter. Sedangkan di Griya Rahmani dan Leticia Mansion mencapai 30–60 sentimeter.