Presiden Polandia Karol Nawrocki. (Anadolu Agency)
Polandia Sebut Rusia Akan Selalu Jadi Ancaman bagi Eropa Tengah dan Timur
Willy Haryono • 26 January 2026 15:30
Warsawa: Presiden Polandia Karol Nawrocki menegaskan bahwa Rusia dan para pemimpinnya akan terus menjadi ancaman jangka panjang bagi kawasan Eropa Tengah dan Timur, terlepas dari perubahan sistem politik di Moskow.
Berbicara dalam konferensi pers bersama di Vilnius, ibu kota Lithuania, pada Minggu waktu setempat, Nawrocki mengatakan bahwa peringatan negara-negara di kawasan tersebut terhadap Rusia kini terbukti benar. Konferensi pers itu juga dihadiri Presiden Lithuania Gitanas Nauseda dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
“Kebijakan yang mendukung ‘reset’ hubungan dengan Federasi Rusia memang mulai menghilang, tetapi satu hal tetap tidak berubah: entah itu Rusia era Tsar, Rusia Bolshevik, atau Rusia di bawah Vladimir Putin, negara-negara kami yang kini merdeka tetap menghadapi ancaman yang sama dari Federasi Rusia,” kata Nawrocki, seperti dikutip TVP World.
Ia menambahkan bahwa negara-negara Eropa Tengah dan Timur tidak keliru dalam menilai ancaman Rusia, bahkan ketika negara-negara Eropa Barat sebelumnya lebih fokus pada isu perubahan iklim atau kebijakan imigrasi.
Ketiga pemimpin tersebut bertemu untuk memperingati pemberontakan Januari 1863 melawan kekuasaan Rusia, sebuah upaya gagal untuk memulihkan Persemakmuran Polandia–Lithuania yang akhirnya ditumpas oleh pasukan Tsar setahun kemudian.
Nawrocki menyebut pemberontakan tersebut tetap memiliki makna simbolis hingga kini, sebagai kemenangan moral yang menjaga identitas nasional dan menyampaikan pesan bahwa “menyerah bukanlah pilihan”.
Menurutnya, pelajaran sejarah itu masih relevan di tengah dunia yang kembali diwarnai oleh kebangkitan agresi imperial.
Dalam kesempatan tersebut, Nawrocki juga menyoroti meningkatnya kerja sama pertahanan regional. Ia memuji rencana Lithuania untuk meningkatkan anggaran militernya hingga 5,4 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dari alokasi Polandia.
“Polandia mengalokasikan hampir 5 persen dari PDB untuk pengembangan angkatan bersenjata. Kami memiliki militer terkuat di kawasan, dengan lebih dari 200.000 prajurit. Karena itu, saya sangat mengapresiasi langkah Lithuania,” ujarnya.
Nawrocki menambahkan bahwa pasukan Polandia akan dapat berlatih di area militer baru Lithuania di dekat Celah Suwalki, sebuah koridor sempit di antara wilayah eksklave Rusia Kaliningrad dan Belarusia, yang kerap dipandang sebagai titik rawan dalam potensi konflik di masa depan.
Baca juga: Serangan Rusia Bikin Listrik di 80% Wilayah Ukraina Lumpuh Total