Pemandangan salah satu sudut kota Warsawa di Polandia. (Emptywords / Wikipedia)
KBRI Warsawa Dorong UMKM Indonesia Perluas Pasar ke Polandia dan Eropa Tengah
Willy Haryono • 9 May 2026 16:37
Czestochowa: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Warsawa mengunjungi Toko Beta, satu-satunya swalayan Indonesia di Polandia yang berlokasi di kota Czestochowa.
Kunjungan ini merupakan upaya KBRI Warsawa untuk memperkuat penetrasi produk Indonesia di pasar Polandia sekaligus menyerap masukan langsung dari pelaku usaha yang aktif memasarkan produk Indonesia di Eropa Tengah.
Toko Beta telah beroperasi selama enam tahun dan dimiliki oleh Ibu Yetty Yolanda, perempuan asal Ambon yang menikah dengan warga negara Polandia. Selama beberapa tahun terakhir, Toko Beta menjadi salah satu pusat produk makanan dan kebutuhan khas Indonesia bagi konsumen Polandia maupun diaspora Indonesia di negara tersebut.
Menurut Yetty Yolanda, minat publik Polandia terhadap produk Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Produk unggulan Indonesia yang paling diminati antara lain mi instan, teh, kemiri, santan kelapa, serta aneka bumbu masak. Produk-produk tersebut semakin dikenal oleh konsumen lokal yang tertarik pada cita rasa Asia dan tren kuliner internasional.
“Produk Indonesia sejatinya sangat kompetitif dibandingkan produk serupa dari negara Asia lainnya. Kualitasnya bagus dan memiliki cita rasa khas," ujar Yetty, dalam siaran pers KBRI Warsawa yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu, 9 Mei 2026.
"Namun, tantangan terbesar saat ini adalah banyak produk UMKM Indonesia belum memiliki registrasi EAN Code sehingga tidak bisa masuk ke marketplace,” sambungnya.
Kerja Sama Dagang Indonesia-Polandia
Di tengah tren belanja daring yang terus meningkat di Polandia, kepemilikan EAN Code menjadi salah satu faktor penting bagi produk UMKM untuk memperluas akses pasar. EAN Code (European Article Number) merupakan standar barcode internasional yang menjadi persyaratan agar suatu produk dapat dipasarkan melalui marketplace, ritel modern, gudang logistik, maupun sistem distribusi digital di kawasan Eropa.Berdasarkan data perdagangan tahun 2024, nilai impor Polandia dari Indonesia mencapai sekitar USD 1,46 miliar. Produk utama yang diimpor meliputi alas kaki, produk tekstil, elektronik, karet, serta berbagai produk makanan dan kebutuhan rumah tangga.
Sebagai perbandingan, impor Polandia dari Vietnam tercatat mencapai sekitar USD 5,67 miliar, sementara dari Thailand sekitar USD 1,52 miliar. Adapun Tiongkok masih menjadi negara pemasok terbesar bagi Polandia dengan nilai impor melebihi USD 55 miliar pada tahun 2024.
Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki ruang yang besar untuk meningkatkan pangsa pasar di Polandia, khususnya pada sektor makanan, produk konsumen, dan produk UMKM bernilai tambah tinggi yang memiliki karakter khas serta kualitas kompetitif.
KBRI Warsawa akan terus mendorong promosi produk Indonesia di Polandia melalui diplomasi ekonomi, fasilitasi business matching, keikutsertaan dalam pameran, serta penguatan kerja sama antara pelaku usaha Indonesia dan distributor lokal.
Baca juga: KBRI Warsawa Dorong Ekspansi Ekonomi RI ke Polandia Melalui Dua Forum Bisnis