Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Edhie Baskoro Yudhoyono dalam Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja berjalan lancar di Desa Wonogondo, Kecamatan Kebon Agung, Kabupaten Pacitan, pada Sela
Program MBG Disebut Bisa Ciptakan Ekosistem Ekonomi Desa Berkelanjutan
Whisnu Mardiansyah • 7 May 2026 19:09
Pacitan: Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja berjalan lancar di Desa Wonogondo, Kecamatan Kebon Agung, Kabupaten Pacitan, pada Selasa, 5 Mei 2026. Tujuan diadakannya sosialisasi program MBG ini adalah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjalani asupan gizi sejak dini.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Edhie Baskoro Yudhoyono, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda, khususnya anak-anak usia sekolah.
Program ini diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Selain itu, MBG juga meningkatkan konsentrasi dan daya belajar siswa di sekolah. Menurut Edhie, pemenuhan gizi menjadi fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Selain berdampak pada kesehatan dan pendidikan, program MBG juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Keterlibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal dalam rantai pasok pangan menjadi salah satu manfaat nyata program ini.
"Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang penyediaan makanan bergizi, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat," ujar Edhie Baskoro Yudhoyono dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 7 Mei 2026.
Lebih lanjut, Edhie menyoroti pentingnya kolaborasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan masyarakat desa. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan sektor peternakan lokal seperti budidaya ayam petelur. Langkah itu dinilai dapat memperkuat keberhasilan program sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
Edhie menilai MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan solusi strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak. Keterlibatan masyarakat dalam program ini membuka peluang usaha baru dan dapat memperkuat ekonomi lokal.
Program MBG mencerminkan upaya menuju kemandirian pangan sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ketika kebutuhan gizi terpenuhi dan roda ekonomi terus bergerak, fondasi menuju masa depan Indonesia akan semakin kuat.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami manfaat Program MBG sebagai upaya terpadu pemerintah. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.