Ilustrasi musim hujan. Foto: Antara.
BMKG Sebut Riau Mulai Beralih dari Musim Kemarau ke Musim Hujan
Silvana Febiari • 23 September 2026 16:51
Pekanbaru: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebutkan Provinsi Riau mulai memasuki fase peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan. Pada fase ini, intensitas curah hujan diperkirakan jauh lebih tinggi.
Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Warjono, mengatakan masa peralihan musim tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat. Pasalnya, sejumlah wilayah di bagian utara Riau sudah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.
"Sebagian wilayah utara seperti Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan sebagian Bengkalis sudah mulai memasuki musim hujan. Pada bulan depan, curah hujan akan bergeser ke wilayah selatan, meliputi Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir," kata Warjono, dilansir dari Antara, 23 September 2026.
Baca Juga :
Hujan Guyur Riau, Udara Pekanbaru Kembali Bersih
Dia memperkirakan puncak musim penghujan di Riau akan berlangsung pada November hingga Desember. Meski durasinya relatif singkat, curah hujan yang turun diperkirakan memiliki volume cukup tinggi sehingga perlu diantisipasi.
Kondisi tersebut ibaratnya curah hujan selama enam bulan namun harus turun dalam periode empat bulan. Akibatnya, hujan dapat terjadi dengan intensitas tinggi pada waktu singkat dan berpotensi memicu kondisi cuaca ekstrem.
"Diibaratkan seperti hujan enam bulan yang harus turun dalam waktu empat bulan, sehingga intensitasnya akan sangat deras dalam waktu singkat," ungkapnya.
.jpg)
Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Warjono dalam suatu kesempatan wawancara dengan media. ANTARA/Bayu Agustari Adha
Seluruh pihak diminta tetap mewaspadai potensi dampak yang dapat muncul selama masa peralihan maupun puncak musim penghujan. Curah hujan tinggi dalam waktu singkat dapat meningkatkan potensi terjadinya banjir di sejumlah wilayah.
Warjono menegaskan, masuknya musim penghujan bukan berarti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berakhir. Curah hujan yang rendah pada periode tertentu masih dapat membuat lahan kering dan memicu kebakaran.
"Jadi ada dua hal yang perlu kita waspadai. Di musim hujan masih ada potensi karhutla, sementara di sisi lain kita juga mulai beralih kepada kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem," tegasnya.