BMKG Ingatkan Pemda Waspada Ancaman Bencana di Akhir 2026

Ilustrasi-Banjir bandang di Solok, Sumatra Barat, Senin, 21 September 2026. (Metro TV)

BMKG Ingatkan Pemda Waspada Ancaman Bencana di Akhir 2026

Lukman Diah Sari • 22 September 2026 11:27

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan atas potensi risiko bencana hidrometeorologi guna menghadapi awal musim hujan yang diprakirakan mulai November dan Desember 2026. Sebanyak 185 zona musim (ZOM) atau 24,66 persen luas daratan Indonesia akan memasuki musim hujan pada November, disusul 266 ZOM atau 17,3 persen daratan pada Desember.

"Awal musim hujan tahun ini di 529 zona musim atau 61,08 persen daratan mengalami kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologinya," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 22 September 2026, melansir Antara.

Ia menekankan hal yang patut diwaspadai adalah periode antara awal masuknya musim hujan dengan puncak musim hujan yang terbilang sangat singkat dan berdekatan. Puncak musim hujan diproyeksikan terkonsentrasi pada Desember 2026 (155 ZOM), Januari 2027 (162 ZOM), dan Februari 2027 (190 ZOM), dengan durasi musim hujan pada 482 ZOM diprediksi lebih pendek dari kondisi normal.

"Periode antara masuknya musim hujan dengan puncak relatif dekat dan durasinya lebih pendek, sehingga kita perlu mewaspadai lonjakan curah hujan yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor," ujarnya.

Meskipun durasinya lebih pendek, BMKG mencatat akumulasi curah hujan selama musim hujan 2026/2027 pada 510 ZOM (69,7 persen daratan) berada pada kategori normal dan 147 ZOM (18,5 persen daratan) di atas normal.

(ANTARA/HO-dokumen Humas Otorita IKN)

Untuk itu, BMKG menerbitkan serangkaian rekomendasi lintas sektor, mulai dari penyesuaian jadwal tanam varietas pendek di sektor pangan, optimalisasi daya tampung drainase dan waduk di sektor air serta energi, hingga penguatan mitigasi bencana hidrometeorologi dan penanganan risiko demam berdarah di sektor kesehatan.

Prakiraan musim hujan hingga potensi bencana hidrometeorologi basah, khususnya banjir, tanah longsor, dan puting beliung, patut menjadi perhatian serius lintas sektoral.

Berdasarkan historis kebencanaan tahun sebelumnya pada periode November-Desember, hujan berintensitas sangat deras yang diperparah oleh Siklon Senyar memicu banjir dan tanah longsor. Bencana tersebut berdampak signifikan terhadap jumlah korban dan kerusakan infrastruktur di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

(Lukman Diah Sari)