MIND ID Nilai Bedah Data Dibutuhkan dalam Rasionalisasi Kebijakan Strategis

Ilustrasi. Foto: Dok. MIND ID.

MIND ID Nilai Bedah Data Dibutuhkan dalam Rasionalisasi Kebijakan Strategis

Anggi Tondi Martaon • 21 March 2026 20:43

Jakarta: Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) program bedah data Takaran Jilid Sektro Strategis (Takjil). Sebab, hal itu dibutuhkan untuk menyingkap angka, asumsi, dan rasionalisasi di balik kebijakan strategis, sehingga publik memahami dasar kebijakan serta manfaat dan dampak yang ingin dihasilkan.

“Takjil adalah ruang terbuka. Kami mengajak semua pihak untuk memahami, bukan sekadar menerima, setiap kebijakan yang kami ambil,” kata Division Head Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika melalui keterangan tertulis, Sabtu, 21 Maret 2026.

Melalui pembahasan mendalam, Selly menilai forum Takjil tidak hanya berhenti pada angka hasil. Namun, 
bagaimana bauran kebijakan menjaga keseimbangan demi masa depan sektor industri pertambangan Indonesia.

“Kami selalu mendukung narasi konstruktif yang berlandaskan data sehingga kita bisa melangkah bersama menuju masa depan yang lebih maju,” ujar Selly.

Selly menyampaikan, forum ini dibangun untuk meraih masukan konstruktif demi menghasilkan peta jalan yang menghadirkan manfaat lebih luas. Takjil berangkat dari pertanyaan dasar dan struktural bagi pemerintah, investor, mitra, hingga masyarakat luas terkait seberapa besar kontribusi nyata sektor mineral dan batu bara, dan kebijakan lanjutan apa yang dibutuhkan selanjutnya.

Adapun, kontribusi ekonomi sektor mineral dan batu bara tampak jelas dalam neraca Produk Domestik Bruto (PDB). Berdasarkan data BPS yang dipaparkan Kementerian ESDM, kontribusi subsektor pertambangan dan penggalian pada PDB Indonesia 2023 sekitar Rp2.198 triliun atau lebih kurang 10,5% dari total PDB, dan menegaskan peran strategis minerba sebagai penopang struktur ekonomi nasional di luar manufaktur dan jasa.

Kendati demikian, kontribusi pertambangan dan Penggalian pada 2024 hanya sebesar 8,75 persen. Artinya, perlu rekalibrasi kebijakan berbasis data menjadi relevan agar kontribusi sektor ini tetap menguat ke depan.

Sumbangan sektor ini terhadap kas negara tercermin dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kementerian ESDM mencatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tercatat di pembukuan Kementerian ESDM sebesar Rp138,37 triliun.

Program bedah data Takaran Jilid Sektro Strategis (Takjil). Foto: Istimewa.

Keberhasilan tersebut didorong oleh kontribusi signifikan dari beberapa subsektor. Menurut Selly, kontribusi terbesar berasal dari PNBP sektor Sumber Daya Alam (SDA) Mineral dan Batubara (Minerba) yang mencapai 104,38 persen dari target.

Kontribusi dividen BUMN tersebut menjadi prasyarat diskusi Takjil. Sebab, berdampak terhadap kinerja operasional yang bermuara ke pendapatan negara.

Selly menjelaskan, MIND ID berada di jajaran penyetor dividen terbesar. Pada tahun buku 2024, MIND ID menyetujui pembagian dividen Rp 20,1 triliun kepada negara. 

Sumbangan dividen II lebih besar tercatat pada tahun buku 2023 yang tercatat Rp17,14 triliun. Kenaikan ini menegaskan peran MIND ID sebagai salah satu motor kontribusi ekonomi dan dividen di antara BUMN strategis.

Dalam fokus bedah data kebijakan, Selly ingin Takjil menghadirkan sebuah kebijakan lanjutan. Sehingga mampu mengulang keberhasilan Indonesia dalam mengelola kekayaan alam mineral dan batu bara.

Sebagaimana diketahui bersama, larangan ekspor mineral mentah seperti larangan ekspor bijih nikel yang mengubah lanskap rantai nilai dan arus penerimaan negara sejak 2020. Sebelum kebijakan, Indonesia mengandalkan ekspor ore sehingga nilai tambah banyak dinikmati di luar negeri, padahal Indonesia memegang cadangan nikel terbesar dunia, sekitar 55 juta ton.

Saat kebijakan bergulir, investasi smelter melonjak dan produksi nikel Indonesia menanjak hingga pada akhirnya Indonesia meraih pangsa lebih kurang 59,5 persen produksi nikel global dan diproyeksikan kian dominan ke depannya. Indonesia sekarang telah membuka lembaran baru untuk membangun ekosistem EV battery yang berbasis di Karawang untuk mampu menjawab pengembangan industri kendaraan listrik dan energi storage.

Dengan fondasi data yang kuat dan narasi yang terbuka, MIND ID berharap seluruh pemangku kepentingan dapat tumbuh bersama dalam ekosistem industri pertambangan yang kuat dan dan tumbuh secaara berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)