KAI Angkut 374 Ribu Ton Hasil Perkebunan hingga Juli 2026

KAI angkut ratusan ton hasil perkebunan. Foto: Istimewa.

KAI Angkut 374 Ribu Ton Hasil Perkebunan hingga Juli 2026

Kautsar Widya Prabowo • 5 August 2026 16:29

Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume angkutan hasil perkebunan mencapai 374.098 ton sepanjang periode 1 Januari–31 Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 317.026 ton, atau bertambah 57.072 ton.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan mayoritas komoditas perkebunan yang diangkut merupakan crude palm oil (CPO). Menurutnya, layanan angkutan berbasis kereta api berperan penting dalam menjaga kelancaran distribusi CPO sebagai bahan baku berbagai industri.

"KAI menjaga kelancaran distribusi CPO sebagai bahan baku berbagai industri, termasuk industri bioenergi yang kini memiliki peran strategis dalam kebijakan ketahanan energi nasional," ujar Anne dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Agustus 2026.

Anne menjelaskan peningkatan volume angkutan CPO terjadi setelah pemerintah menerapkan Program Mandatori Biodiesel B50 pada 1 Juli 2026. Program tersebut kemudian diluncurkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada 9 Juli 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

"Dalam rantai pasok, kereta api berperan menjaga distribusi bahan baku dari wilayah produksi menuju industri pengolahan secara aman, efisien, dan berkelanjutan," katanya.


Ilustrasi hasil perkebunan. Foto: dok. MI.

KAI, lanjut Anne, akan terus memperkuat kapasitas layanan angkutan hasil perkebunan. Hal ini guna mendukung rantai pasok industri, meningkatkan pemanfaatan energi dalam negeri, serta menjaga daya saing komoditas perkebunan Indonesia.

"Pertumbuhan volume angkutan perkebunan menjadi peluang untuk memperkuat peran logistik perkeretaapian dalam mendukung hilirisasi sawit serta kemandirian energi Indonesia," tutup Anne.

(Gabriella Thesa Widiari)