Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Bantuan Pangan Juli-September 2026 Siap Meluncur, Sasar 33,24 Juta KPM
Eko Nordiansyah • 23 June 2026 20:20
Jakarta: Pemerintah menyiapkan bantuan pangan yang berfokus pada Jaring Pengaman Sosial dalam paket stimulus ekonomi semester II 2026. Bansos ini merupakan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat lapisan bawah serta stabilitas pangan melalui dua kebijakan.
Pertama, bantuan beras 10 kg yang akan mulai disalurkan pada Juli 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, bansos akan diberikan selama tiga bulan berturut-turut sampai September 2026 kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
"Pemerintah akan mendistribusikan bantuan beras masing-masing sebesar 10 kg kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan berturut-turut. Anggaran yang dialokasikan diperkirakan mencapai Rp17,54 triliun," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 23 Juni 2026.
Selanjutnya, Airlangga menyebut, pemerintah juga menyalurkan bantuan Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) kedelai. Pemerintah memberikan bantuan kepada pengrajin tahu dan tempe paling tinggi sebesar Rp2.000 per kg untuk total kuota 250 ribu ton.
"Pada tahap pertama ini, bantuan diberikan untuk daerah yang harga kedelainya di atas Harga Acuan Pembelian (HAP)," ujar dia.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Bagian dari paket stimulus ekonomi
Pemerintah juga menyiapkan enam program lain guna menjaga pertumbuhan ekonomi di semester II 2026. Pertama, pemerintah menetapkan insentif Pajak Penulis berupa tarif khusus PPh Final Royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis nasional untuk mendukung industri kreatif.Kedua, pemerintah memberikan insentif dan diskon transportasi untuk mendorong mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi selama periode libur sekolah dan Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Diskon meliputi tiket kereta api, kapal Pelni, gratis jasa kepelabuhan ASDP, dan subsidi tiket pesawat domestik.
Pemerintah meluncurkan beberapa insentif impor LPG dan Bahan Baku Plastik dengan menetapkan Bea Masuk Nol Persen atas impor LPG bagi industri petrokimia. Lalu, program Magang Nasional tahap II akan dimulai pada Juli 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp4,14 triliun yang akan menyasar 150 ribu peserta fresh graduate perguruan tinggi.
Terakhir, pelatihan vokasi untuk program peningkatan keterampilan dan kompetensi ketenagakerjaan. Target prioritas dari program ini difokuskan secara khusus kepada 220 ribu lulusan SMK, serta perlindungan bagi 50 ribu pekerja yang terdampak PHK.
“Jadi total stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk di semester II ini nilainya sekitar Rp26,34 triliun, terdiri dari stimulus insentif transportasi Rp2,04 triliun, anggaran magang dan vokasi sekitar Rp6,26 triliun dan bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun,” ujar Airlangga.