Dino Patti Djalal Nilai Implementasi Jadi Kunci Keberhasilan MoU AS-Iran

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal. Foto: Metrotvnews.com

Dino Patti Djalal Nilai Implementasi Jadi Kunci Keberhasilan MoU AS-Iran

Muhammad Reyhansyah • 19 June 2026 18:11

Jakarta: Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menilai efektivitas nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih harus dibuktikan melalui implementasi di lapangan meskipun dokumen tersebut telah ditandatangani.

Menurut Dino, berbagai klaim kemenangan maupun pengumuman kesepakatan damai perlu disikapi secara hati-hati hingga seluruh komitmen benar-benar dijalankan oleh para pihak.

"Kalau mengenai MOU, saya masih terus melihat, karena sering kali Trump juga bilang sudah menang berkali-kali dan MOU sudah ditandatangani. Saya melihat kemarin ditandatangani di Versailles, dan kita lihat implementasinya bagaimana," ujar Dino saat ditemui usai diskusi publik bertajuk ‘Mid-Year Geopolitical and Economic Outlook 2026’ di Sekretariat FPCI, Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.

Dino mengatakan pengalaman berbagai konflik sebelumnya menunjukkan bahwa penandatanganan kesepakatan tidak selalu diikuti dengan pelaksanaan yang konsisten di lapangan.

Ia mencontohkan situasi di Jalur Gaza, Palestina, di mana sejumlah kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya berulang kali mengalami pelanggaran.

"Ini kan harus ada disiplin. Kita sering sekali di Gaza juga melihat sudah ada kesepakatan yang ditandatangani, tetapi berkali-kali dilanggar (oleh Israel)," katanya.

Karena itu, Dino menilai seluruh pihak harus mematuhi komitmen yang telah disepakati guna menjaga stabilitas kawasan dan mencegah terulangnya eskalasi konflik.

"Jadi kita Indonesia harus menyerukan agar semua pihak itu sesuai dengan komitmennya," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani MoU dengan Iran di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Versailles, Prancis. Dari pihak Iran, dokumen tersebut ditandatangani Presiden Masoud Pezeshkian secara digital dari Teheran.

Kesepakatan tersebut antara lain mencakup perpanjangan gencatan senjata, pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional, serta pembahasan lanjutan terkait program nuklir Iran. Namun, tahapan peresmian MoU yang semula dijadwalkan berlangsung di Swiss dilaporkan ditunda.

(Fajar Nugraha)