Mahasiswa UAG Pentaskan Teater 'Hamba Sang Maha Cahaya': Gemuruh Syukur di Atas Panggung

Teater

Mahasiswa UAG Pentaskan Teater 'Hamba Sang Maha Cahaya': Gemuruh Syukur di Atas Panggung

Duta Erlangga • 15 May 2026 16:14

Jakarta: Pentas teater berjudul "Hamba Sang Maha Cahaya" akan digelar di Gedung Graha Bhakti Budaya (GBB) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu, 16 Mei 2026. Teater ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Ahmad Fuadi, yang menceritakan perjalanan hidup Bapak Ary Ginanjar Agustian. Pagelaran ini adalah teater kedua yang dihasilkan oleh mahasiswa UAG (Universitas Ary Ginanjar) sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia dapat menimba ilmu di UAG – University of Life, merupakan satu-satunya universitas saat ini yang mengasah tiga kecerdasan: intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ).


Teater "Hamba Sang Maha Cahaya" di TIM Jakarta. (Dok. Istimewa)

Pementasan berlangsung dalam dua sesi, sesi siang pukul 13.30–15.30 WIB dan sesi malam pukul 19.30–21.30 WIB. Mengusung konsep take & give, teater ini tidak hanya menceritakan kronologi lahirnya ide hingga proses kreatif yang penuh liku dan tantangan, tetapi juga menjadi momen berbagi rasa syukur kepada para guru, orang tua, dan orang tua asuh yang telah memberikan dukungan moril dan material.

Ahmad Fuadi, penulis novel Hamba Sang Maha Cahaya, dalam wawancaranya bersama Warta Ekonomi pernah menyatakan bahwa perjalanan hidup Ary Ginanjar Agustian layak diangkat karena mengandung nilai spiritual yang mendalam.

"Semua orang pasti mengalami, tapi yang berbeda Pak Ary menemukan cara menjinakkan topan badai, cara belajar dari krisis dengan keunikan-keunikannya. Dan ketika sampai pada satu titik, saya berpikir ... ini nggak ada yang bisa membantu selain cahaya dari sumber cahaya terbesar, sang maha Cahaya," ujar Fuadi.
 

Baca Juga:

Teater Musikal Nasional Diyakini Dapat Menembus Pasar Global


Pernyataan ini menjadi napas utama pementasan yang secara khusus menggambarkan kisah Ary Ginanjar sebagai seorang hamba yang mencari cahaya ilahi, yang dapat disebut sebagai "Sang Maha Cahaya".


Teater "Hamba Sang Maha Cahaya" di TIM Jakarta. (Dok. Istimewa)

Lebih dari sekadar pagelaran seni, Teater HSMC menjadi bukti nyata bahwa generasi penerus memiliki fondasi dan akar yang kuat sebagai generasi unggul bertalenta. Para mahasiswa menghayati setiap episode perjalanan hidup sang "Gurunda", lalu menuangkannya dalam ekspresi teatrikal yang spektakuler. Tak lupa, momen ini juga menjadi ungkapan kasih sayang dan apresiasi kepada orang tua serta orang tua asuh yang telah mendukung penuh pendidikan mereka.

Dengan semangat take & give dan keteladanan dari sosok Ary Ginanjar, teater ini diharapkan tidak hanya menghibur tetapi juga menginspirasi penonton untuk terus bersyukur dan berkarya.

Melalui pementasan ini, mahasiswa UAG berkomitmen untuk turut berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan cita-cita luhur Indonesia Atap Dunia 2080. Sebuah langkah kecil dari panggung teater, tapi bermakna besar bagi peradaban bangsa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)