Ilustrasi Anadolu
Korea Selatan Siapkan Respons Darurat Hadapi Krisis Pasokan Energi
Muhammad Reyhansyah • 24 March 2026 21:12
Seoul: Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Selasa, 24 Maret 2026 menyerukan kepada jajarannya untuk segera menyiapkan dan menerapkan sistem tanggap darurat guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan minyak dan gas.
Langkah ini diambil seiring berlanjutnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang memicu ketidakstabilan pasar energi global.
Dalam rapat kabinet, Lee juga meminta percepatan pengesahan anggaran tambahan yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha kecil dan menengah serta kelompok masyarakat rentan yang terdampak lonjakan harga energi, seperti dilaporkan Yonhap.
Ia menegaskan bahwa semakin cepat anggaran tambahan yang bersifat “darurat masa perang” disusun dan disahkan, maka dampaknya akan semakin signifikan dalam meredam tekanan ekonomi.
Mengutip Anadolu, Selasa, 24 Maret 2026, Lee turut menginstruksikan kementerian terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komoditas yang berisiko mengalami gangguan pasokan. Ia meminta agar potensi dampaknya dihitung secara cermat, sekaligus mencari sumber alternatif guna menyusun rencana darurat yang kuat dan mencegah skenario terburuk.
Pemerintah Korsel sebelumnya telah memberlakukan kebijakan pembatasan sementara harga bahan bakar sejak 13 Maret untuk menjaga stabilitas pasar energi, dengan penyesuaian dilakukan setiap dua pekan. Putaran kedua kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada Jumat.
Di sisi lain, Lee mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan di tengah situasi krisis. Peringatan ini disampaikan setelah jaksa pada Senin memulai penyelidikan atas dugaan praktik kolusi oleh perusahaan penyulingan minyak dalam menetapkan harga di pasar domestik.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya penghematan energi. Pemerintah mendorong institusi publik menerapkan sistem pembatasan penggunaan kendaraan berdasarkan nomor pelat setiap lima hari, serta mengimbau warga untuk lebih memanfaatkan transportasi umum.