Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra (tengah) saat memberikan penjelasan terkait penyebab ledakan masjid dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Jember, Kamis (26/3/2026). ANTARA/HO-Polres Jember
Fakta Baru Ledakan Masjid di Jember, Polisi Sebut Bukan Bahan Peledak
Lukman Diah Sari • 26 March 2026 21:50
Jember: Ledakan di Masjid Raya Pesona, di Perumahan Pesona Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dipastikan bukan dari bahan peledak. Hal itu disampaikan Kapolres Jember AKBP Bobby A Condroputra.
"Dari hasil analisa sementara dari tim gabungan bahwa tidak ditemukan bahan peledak. Dugaan sementara, ledakan disebabkan oleh panas berlebih dari bahan atau zat yang mudah terbakar atau meledak yang berada di dalam lemari besi," kata Bobby di Mapolres Jember, Kamis, 26 Maret 2026, melansir Antara.
.jpg)
Polisi memasang police line di masjid Perumahan Pesona Regency di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Selasa dini hari (18/3/202). ANTARA/Hamka Agung
Dalam peristiwa ledakan pada 16 Maret 2026, pukul 20.00 WIB, itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun satu orang dibawa ke rumah sakit terdekat karena mengalami gangguan pendengaran. Ledakan juga menyebabkan kerusakan di bagian atap masjid, roster, serta membuat panik warga.
"Penyelidikan telah dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Unit Identifikasi, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim, Direktorat Reserse Kriminal Polda Jatim, Tim Penjinak bom (Jibom) Gegana KorBrimob Polri, Satbrimob Polda Jatim serta Satreskrim Polres Jember," jelas dia.
Bobby menjelaskan penyebab ledakan diduga kuat karena bahan kimia yang berada di dalam lemari besi, di antaranya senyawa seperti Sodium Perchlorate (NaClO4) dan Poly (Bisphenol A-co-epichlorohydrin). Kedua zat tersebut diduga mengalami perubahan suhu atau peningkatan temperatur yang memicu terjadinya ledakan.
"Kendati demikian, tim gabungan masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian ledakan tersebut dan setiap perkembangan akan kami sampaikan lebih lanjut," ungkap Bobby.
"Saya berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar, sehingga kami imbau masyarakat ikut menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Jember," ujarnya.