Banjir di Tujuh Kecamatan Pasuruan Berangsur Surut

Kondisi sejumlah wilayah yang sebelumnya banjir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mulai berangsur surut pada Senin, 23 Maret 2026. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Pasuruan.

Banjir di Tujuh Kecamatan Pasuruan Berangsur Surut

24 March 2026 14:54

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum penanganan darurat bencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat periode 23-24 Maret 2026. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mencatat banjir yang merendam sejumlah daerah di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada pekan lalu sudah mulai surut.

"Tujuh kecamatan yang terendam banjir antara lain Kecamatan Pandaan, Winongan, Pohjentrek, Grati, Rejoso, Kraton dan Bangil. Merujuk pendataan terakhir, terdapat 4.263 unit rumah warga pada tujuh kecamatan tersebut terendam banjir," kata Abdul Muhari dalam keterangan pers, dikutip Selasa, 24 Maret 2026.
 


Abdul Muhari menjelaskan kondisi terkini hampir seluruh titik banjir sudah surut, menyisakan wilayah Kecamatan Rejoso yang masih dilanda banjir dengan ketinggian muka air berkisar 30 sampai 40 sentimeter. Menurut dia BPBD Kabupaten Pasuruan dan perangkat daerah setempat terus melakukan pemantauan khususnya di wilayah yang hingga kini masih tergenang.

Sementara di Kota Pasuruan, banjir yang disebabkan meluapnya debit air Sungai Welang menyebabkan 100 unit rumah warga Kecamatan Gadingrejo terdampak. Banjir mulai menggenangi rumah warga dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter sejak Sabtu, 21 Maret 2026, pascahujan deras yang melanda pada malam hari.

"Pada saat kejadian, BPBD Kota Pasuruan langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan pemantauan secara berkala. Kondisi saat ini, banjir telah surut. Warga saling bergotong royong untuk lakukan pembersihan," jelas Abdul Muhari.

Dia kembali mengatakan untuk Provinsi Jawa Timur, dilaporkan terjadi hujan dengan intensitas tinggi hingga sebabkan debit air sungai dan drainase meluap ke pemukiman warga di Kabupaten Mojokerto pada Jumat, 20 Maret 2026.

Banjir menggenangi akses jalan desa dan 333 unit rumah warga, selain itu lahan seluas 61,5 hektare turut terendam air dengan ketinggian 300 sampai 100 sentimeter.


Kondisi sejumlah wilayah yang sebelumnya banjir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mulai berangsur surut pada Senin, 23 Maret 2026. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Pasuruan.


Sejak banjir melanda, BPBD Kabupaten Mojokerto bersama lintas instansi, langsung mengupayakan penanganan darurat bencana, meliputi penyediaan perahu fiber, melakukan penyedotan menggunakan pompa, penyaluran air bersih dan mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga.

"Kondisi terkini, wilayah terdampak banjir sudah surut," ungkap Abdul Muhari.

Abdul Muhari kembali mengatakan memasuki arus balik lebaran 2026, BNPB mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan jauh, untuk selalu waspada saat di manapun berada, khususnya saat berada di wilayah rawan bencana.

Selain itu perlu untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan beberapa hal seperti cek jalur mudik aman bencana pada platform InaRISK, kemudian pantau kondisi cuaca yang ada di lokasi sekitar atau lokasi yang dituju.

"Pastikan kondisi kendaraan yang digunakan dalam kondisi yang layak jalan, pahami rambu-rambu keselamatan ketika berada di perjalanan, apabila terjadi keadaan darurat segera hubungi petugas yang bersiaga di lokasi sekitar anda," ujar Abdul Muhari. (Muhammad Alvi Randa)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)