AS Dinilai Gagal Capai Target Utama di Iran, Sebut Klaim Kemenangan 'Naif'

Kapal tanker yang berada di Selat Hormuz. (Press TV)

AS Dinilai Gagal Capai Target Utama di Iran, Sebut Klaim Kemenangan 'Naif'

Dimas Chairullah • 18 April 2026 08:37

Jakarta: Amerika Serikat (AS) dinilai belum mencapai tujuan utamanya dalam konflik melawan Iran, sementara klaim keberhasilan terkait pembukaan Selat Hormuz dianggap sebagai upaya mengalihkan fokus dari kebuntuan di medan perang.

Pengamat Timur Tengah Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi, menilai tujuan awal operasi militer AS dan Israel jauh lebih besar, yakni melemahkan kekuatan militer Iran hingga mendorong perubahan rezim di Teheran.

Namun, karena target tersebut tidak tercapai, narasi tujuan perang disebut bergeser menjadi sekadar “membebaskan Selat Hormuz.”

"Padahal Selat Hormuz itu adalah selat yang bebas sebelum perang. Jadi tanpa melakukan perang pun sebenarnya Selat Hormuz itu adalah wilayah yang terbuka," kata Yon kepada Metrotvnews.com, Jumat, 17 April 2026.

Pergeseran Narasi dan Kalkulasi Strategi

Menurut Yon, penutupan jalur perdagangan vital tersebut justru dipicu oleh dinamika konflik yang melibatkan langkah-langkah dari pihak Amerika Serikat sendiri.

Ia menilai strategi Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz telah dirancang matang dengan mempertimbangkan berbagai risiko, sementara langkah AS cenderung bersifat reaktif.

"Penutupan oleh Iran sudah menjadi bagian dari strategi dan sudah dipikirkan dalam waktu lama, risikonya dihitung. Sementara yang dilakukan Amerika justru hanya respons cepat dan tidak menghitung dampak secara luas," ujarnya.

Yon menambahkan, keberhasilan membuka kembali jalur pelayaran tidak serta-merta dapat dijadikan indikator kemenangan strategis.

Ia menilai narasi tersebut perlu dilihat secara lebih kritis, mengingat kondisi Selat Hormuz pada dasarnya telah terbuka sebelum konflik meningkat.

Baca juga:  Trump Sebut Iran Sudah Buka Sepenuhnya Selat Hormuz

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)