2 Anak Harimau Sumatra Tumbuh Sehat di Kerinci Seblat

Dua ekor anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) di bentang alam Kerinci Seblat, Sumatra Barat. Foto: Dok. Kemenhut.

2 Anak Harimau Sumatra Tumbuh Sehat di Kerinci Seblat

Fachri Audhia Hafiez • 28 July 2026 19:13

Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat dua ekor anak Harimau Sumatra (panthera tigris sumatrae) di bentang alam Kerinci Seblat, Sumatra Barat, terpantau sehat. Temuan ini dinilai beri harapan bagi masa depan konservasi Indonesia.

"Setiap anak harimau yang berhasil tumbuh dan bertahan hidup di alam liar adalah harapan bagi masa depan konservasi Indonesia,” kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Satyawan Pudyatmoko di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
 


Satyawan menyampaikan, hasil pemantauan ini menjadi indikator positif bahwa proses reproduksi alami Harimau Sumatra terus berlangsung dan habitatnya mampu mendukung kelangsungan hidup satwa kunci tersebut. Capaian ini sekaligus menandai keberhasilan perlindungan habitat serta pengamanan kawasan.

Penyisiran dan pemantauan rutin dilakukan secara sistematis oleh tim lapangan Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Kerinci Seblat bersama Yayasan Konservasi Hutan Harimau. Identifikasi dilakukan berdasarkan pola loreng yang unik untuk memastikan kedua individu tersebut merupakan anak harimau yang sama dengan dokumen September 2025.

Capaian ini sejalan dengan komitmen Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam memperkuat agenda konservasi nasional. Langkah perlindungan dilakukan lewat peningkatan patroli kawasan, pemanfaatan teknologi berbasis sains, penegakan hukum kejahatan satwa, hingga penguatan kolaborasi dengan pemda, lembaga konservasi, masyarakat, dan mitra internasional.


Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) di bentang alam Kerinci Seblat, Sumatra Barat. Foto: Dok. Kemenhut.

Harimau Sumatra sejatinya masih membayangi ancaman perburuan liar, jerat satwa, degradasi habitat, serta konflik dengan manusia. Karena itu, Kemenhut terus memperketat strategi pengamanan kawasan serta pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan.

Satyawan mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan sebagai habitat alami satwa endemik Indonesia. Hal ini demi menjaga kekayaan keanekaragaman hayati nasional.

“Kementerian Kehutanan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar Harimau Sumatra tetap menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia untuk generasi mendatang," kata Satyawan.

(Fachri Audhia Hafiez)