Dewan Redaksi Media Group, Abdul Kohar. Foto- Media Indonesia (MI)/Ebet
Podium MI: Perry Pergi, BI Diuji
Abdul Kohar • 28 July 2026 06:49
DALAM demokrasi modern, yang paling menentukan bukanlah kuat atau lemahnya seorang pemimpin, melainkan kukuh atau rapuhnya institusi yang ditinggalkannya. Karena itu, pengunduran diri Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) semestinya tidak dibaca sebagai guncangan terhadap perekonomian nasional, tapi sebagai ujian terhadap kematangan lembaga yang selama ini menjadi penjaga stabilitas moneter Indonesia.
Benar bahwa Perry ialah ahli moneter. Pula, ia sudah berkecimpung di bank sentral selama 42 tahun. Ia masuk ke BI pada Januari 1984 sebagai staf di desk penyelamatan kredit. Waktu itu, Gubernur BI dijabat Arifin M Siregar. Takdir pun mengantarkannya ke kursi puncak bank sentral itu pada 23 Mei 2018 hingga ia mundur delapan tahun lebih empat hari kemudian.
Tentu saja pasar selalu sensitif terhadap perubahan. Nama besar seorang gubernur bank sentral sering kali diasosiasikan dengan arah kebijakan moneter. Namun, bank sentral yang kredibel bukan dibangun di atas figur, melainkan di atas sistem, tata kelola, dan kesinambungan kebijakan. Di situlah letak pembeda antara institusi yang matang dan yang masih bergantung pada individu.
Karena itu, pandangan ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet layak menjadi pijakan yang menenangkan. Menurut Yusuf, dampak pengunduran diri Perry terhadap nilai tukar rupiah diperkirakan terbatas. Faktor yang jauh lebih dominan tetap berasal dari luar negeri, mulai arah suku bunga bank-bank sentral utama dunia, ketegangan geopolitik, hingga pergerakan arus modal global.
Artinya, kurs rupiah tidak akan berayun hanya karena pergantian nakhoda BI. Pasar jauh lebih rasional daripada sekadar bereaksi terhadap pergantian nama. Investor membaca data, arah kebijakan, dan fundamen ekonomi. Mereka melihat inflasi, pertumbuhan ekonomi, defisit fiskal, cadangan devisa, serta konsistensi kebijakan pemerintah. Selama indikator-indikator tersebut tetap terjaga, pergantian gubernur tidak otomatis menjadi sumber kepanikan.
Yang terpenting ialah pasar melihat kesinambungan, bukan diskontinuitas. Mereka tidak membutuhkan kejutan. Mereka membutuhkan kepastian. Kepastian itu pun lahir ketika kebijakan berjalan konsisten, komunikasi bank sentral tetap kredibel, serta koordinasi dengan pemerintah terus terjaga.
Di sinilah sesungguhnya ujian terbesar berada. Bukan pada siapa yang duduk di kursi gubernur, melainkan apakah independensi BI tetap dipertahankan. Bank sentral tidak boleh menjadi instrumen kepentingan politik jangka pendek. Mandatnya tetap sama, yakni menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, dan memastikan sistem keuangan tetap sehat.

Ilustrasi Bank Indonesia. Foto- Dok MI
Ketika mandat itu dijalankan secara konsisten, kepercayaan pasar akan mengikuti. Sejarah ekonomi dunia menunjukkan pasar justru bereaksi negatif ketika independensi bank sentral dipertanyakan, bukan sekadar ketika terjadi pergantian pimpinan.
Sebaliknya, transisi kepemimpinan yang berlangsung tertib, transparan, dan sesuai dengan mekanisme justru memperlihatkan institusi bekerja sebagaimana mestinya.
Indonesia membutuhkan lebih banyak institusi yang lebih besar daripada figur-figurnya. Figur akan datang dan pergi. Masa jabatan selalu memiliki batas. Namun, kredibilitas institusi harus terus hidup melampaui siapa pun yang memimpinnya.
Karena itu, pengunduran diri Perry Warjiyo hendaknya menjadi momentum untuk membuktikan Bank Indonesia telah mencapai kematangan kelembagaan tersebut. Bila pasar tetap tenang, rupiah tetap stabil, inflasi tetap terkendali, dan koordinasi kebijakan tetap berjalan, itulah bukti bahwa yang selama ini dibangun bukan sekadar kepemimpinan Perry Warjiyo, melainkan fondasi institusi yang mampu berdiri tegak meski pemimpinnya berganti.
Pada akhirnya, ekonomi tidak pernah bergantung pada satu nama. Yang menopangnya ialah kepercayaan. Kepercayaan hanya lahir ketika sebuah negara memiliki institusi yang bekerja secara profesional, independen, dan konsisten. Perry boleh mengundurkan diri. Namun, kredibilitas Bank Indonesia tidak boleh ikut meninggalkan ruang kerjanya.