Media Massa Diharapkan Terus Junjung Etika Jurnalistik

Ilustrasi jurnalistik. Foto: Pexels.com.

Media Massa Diharapkan Terus Junjung Etika Jurnalistik

Achmad Zulfikar Fazli • 26 July 2026 23:14

Jakarta: Independensi media massa dinilai sangat penting. Oleh karena itu, media diharapkan terus menjunjung etika jurnalistik dalam menyajikan pemberitaan.

"Harapannya media tetap ada di jalur yang objektif sehingga mereka punya tanggung jawab, juga tanggung jawab sosialnya tetap ada. Etika jurnalistiknya tetap dikedepankan," ujar pengamat media massa dari Universitas Budi Luhur, Umaimah Wahid, dalam keterangan tertulis, Minggu, 26 Juli 2026.
 


Hal ini disampaikan Umaimah merespons polemik surat penawaran kerja sama sebuah media kepada perusahaan pelat merah yang kerap memberikan berita miring. 

Menurut dia, media harus bisa memisahkan antara kepentingan bisnis dan ruang redaksi. Langkah ini guna menjaga kepercayaan publik tidak tergerus.

"Jangan sampai kepentingan komersial atau nilai kepentingan ekonomi itu menghancurkan netralitas media atau setidaknya objektivitas media untuk memenuhi hak-hak publik, informasi terhadap publik," ujar Umaimah.


Ilustrasi jurnalistik. Foto: Freepik.com.

Umaimah mengakui industri media juga membutuhkan keuntungan ekonomi, namun kepentingan bisnis tak boleh mengesampingkan etika jurnalistik. Apalagi, fungsi pers sebagai penyedia informasi yang objektif bagi masyarakat.

"(Media harus) bisa memberikan ruang informasi kepada publik dengan sebaik-baiknya," jelas Umaimah.

Sebelumnya, surat permohonan audiensi untuk membahas peluang kerja sama dilayangkan salah satu perusahaan media di tengah pemberitaan mengenai sejumlah program yang dijalankan perusahaan terkait. Direktur Utama perusahaan tersebut, JA, menyayangkan adanya surat itu.

"Jujur saya kecewa. Saya sedih," kata JA, Kamis, 23 Juli 2026.

Dia menilai hal itu menjadi perhatian karena berkaitan dengan persepsi publik terhadap independensi media.

"Saya kecewanya karena media yang selama ini saya banggakan dan hormati. Menurut saya independensi mereka jaga itu harganya mahal. Jadi ini preseden tidak baik," ujar JA.

Di sisi lain, pihak perusahaan media yang mengirimkan surat tersebut memberikan penjelasan bahwa masyarakat memang berhak memastikan media tidak menggunakan pemberitaan sebagai alat untuk memperoleh kerja sama komersial. Namun, menurut mereka, aktivitas bisnis perusahaan media tidak serta-merta memengaruhi independensi redaksi.

(Fachri Audhia Hafiez)