Bos Bulog Usul Beras SPHP Bisa Dibeli Lebih dari Dua Pak per Orang

Beras SPHP. Foto: dok Media Indonesia.

Bos Bulog Usul Beras SPHP Bisa Dibeli Lebih dari Dua Pak per Orang

Husen Miftahudin • 12 January 2026 11:09

Jakarta: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengusulkan agar masyarakat dapat membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) lebih dari dua pak per orang guna meningkatkan distribusi sekaligus memperluas akses pangan terjangkau.
 
Rizal mengatakan usulan penambahan kuota pembelian beras SPHP tersebut akan terlebih dahulu diajukan kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) agar kebijakan berjalan terkoordinasi serta mendukung efektivitas distribusi pangan yang merupakan subsidi dari pemerintah.
 
"Iya, mudah-mudahan (setiap orang bisa beli beras SPHP lebih dari dua pak). Kita akan ajukan dulu ke Bapanas supaya juga turnover-nya itu juga banyak," kata Rizal ditemui di sela Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 12 Januari 2026.
 
Ia menyampaikan kebijakan pembelian beras SPHP di atas dua pak sebelumnya telah diterapkan di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga pangan seluruh masyarakat.
 
Rizal menegaskan kebijakan itu disiapkan untuk memperkuat distribusi beras program SPHP, yang jumlah realisasi beras subsidi itu sepanjang 2025 mencapai 802.939 ton dari target 1,5 juta ton.
 

Baca juga: Bulog Siapkan Satu Juta Ton Beras Premium Buat Diekspor


(Beras SPHP. Foto: dok Istimewa)
 

Target penyaluran beras SPHP 1,5 juta ton

 
Adapun Bulog menargetkan penyaluran beras SPHP di 2026 sebanyak 1,5 juta ton yang direncanakan berjalan berkelanjutan sepanjang tahun tanpa terputus seperti pola sebelumnya. Target itu tidak ada perbedaan dari tahun sebelumnya.
 
Penyaluran SPHP beras dirancang berlangsung dari Januari hingga Desember 2026 agar distribusi lebih stabil, tidak terhenti sementara, serta mampu merespons kebutuhan pasar.
 
"Penyaluran beras SPHP tahun ini ditargetkan 1,5 juta ton ke depan, yang kami akan laksanakan strateginya sepanjang tahun. Jadi tidak seperti yang lalu terpotong-potong," ujar Rizal.
 
Dengan strategi distribusi sepanjang tahun dan pelonggaran kuota pembelian, Bulog optimistis penyaluran SPHP beras dapat berjalan maksimal sekaligus menjaga stabilitas harga pangan nasional.
 
Adapun beras SPHP selama ini dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)