Investor Pelototi Manuver OPMS Rambah 16 Lini Usaha Baru

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Investor Pelototi Manuver OPMS Rambah 16 Lini Usaha Baru

Husen Miftahudin • 6 January 2026 17:19

Jakarta: Emiten perdagangan logam bekas kapal terkemuka PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) tengah mempersiapkan manuver diversifikasi usaha ke 16 lini bisnis berbeda di tahun ini. Rencana ekspansi ini dinilai menjadi momen penting bagi investor di pasar saham.
 
Aksi korporasi yang telah disetujui pada Desember 2025 ini membuka peluang OPMS untuk menjajal 16 lini usaha baru. Penambahan kegiatan usaha ini dilatarbelakangi dari inisiatif Perseroan untuk terus berupaya tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dukungan yang optimal bagi Pemegang Saham.
 
Lini usaha baru OPMS akan bergerak di industri pangan, meliputi perdagangan gula, coklat, dan kembang gula, kopi, teh dan kakao, makanan dan minuman hasil pertanian, buah-buahan, telur dan hasil olahan telur, susu dan produk susu, minuman non alkohol bukan susu dan makanan dan minuman lainnya.
 
Selain itu, perusahaan asal Surabaya ini juga akan melakukan perdagangan besar di komoditas beras, sayuran, minyak dan lemak nabati, daging ayam dan daging ayam olahan, eceran roti, kue kering, serta kue basah dan sejenisnya, daging sapi dan daging sapi olahan, daging dan daging olahan dan terakhir roti.
 
Ke depan, Direktur Optima Prima Metal Sinergi Rubbyanto Handaja Kusuma mengatakan, tenaga ahli dan pendapatan atas kegiatan usaha baru tersebut akan dibukukan Perseroan pada laporan keuangan kuartal IV-2025 dan paling lambat dilaporkan pada 31 Maret 2026.
 
"Untuk kedepannya perseroan akan lebih berfokus pada lini bisnis baru di bidang Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dibanding penjualan besi scrap. Namun perseroan akan tetap berusaha mengoptimalkan supply chain dan mendapatkan rantai pasok besi scrap yang stabil guna meningkatkan pendapatan Perseroan di segmen tersebut," jelas Rubbyanto, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 6 Januari 2026.
 

Baca juga: Berikut Saham-saham yang Layak Dikoleksi Hari Ini


(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
 

Tingkatkan sentimen fundamental saham OPMS

 
Aksi ini pun dinilai bisa meningkatkan sentimen fundamental saham OPMS. Analis menilai, strategi diversifikasi ini berpeluang besar untuk mendongkrak pendapatan di masa yang akan datang. Dengan rapor kinerja baik, potensi dividen tinggi, minat investor akan saham OPMS akan lebih besar dan mendorong harga sahamnya melambung tinggi.
 
"Penambahan kegiatan usaha baru ini membuka peluang Perseroan untuk menjalin kerjasama dengan beberapa principal baru kedepannya. Dengan jaringan distribusi yang terfokus di Wilayah Madura dan Jawa Timur, Perseroan memiliki peluang distribusi, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan regional," ungkap analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana.
 
Aksi korporasi besar-besaran ini pun telah disambut baik oleh kalangan pelaku pasar. Hal ini terlihat dengan kenaikan harga saham OPMS yang telah naik 163,38 persen selama enam bulan ke belakang hingga 6 Januari 2026). Aksi beli berskala besar tersebut memperkuat anggapan adanya kemungkinan potensi investor strategis atau mitra kerja yang akan melakukan akuisisi bertahap atau kerja sama operasi.
 
"Bila dilihat dari pola transaksinya yang stabil dan berulang, bisa dilihat ini menunjukkan adanya kemungkinan pihak institusional yang mulai masuk. Hal ini bisa menjadi sentimen baik bagi pergerakan saham OPMS ke depannya seiring dengan diversifikasi 16 lini bisnis baru yang telah disetujui," jelas dia.
 
Diketahui, perusahaan yang berdiri sejak 2012 ini memegang peranan sentral dalam bisnis besi skrap di Indonesia. Selain jual beli besi tua, dan daur ulang besi skrap, OPMS juga melakukan pemotongan kapal sebagai bagian integral dari operasional.
 
Proses pemotongan kapal yang dilakukan dengan ketelitian dan keamanan yang tinggi menjadikan Optima Prima Metal Sinergi sebagai penyedia besi skrap terkemuka yang memenuhi standar kualitas tinggi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)