Status Siaga Semeru, Warga Diimbau Jauhi Radius 5 Km

Gunung Semeru erupsi disertai letusan setinggi 700 meter di atas puncak pada Kamis (8/1/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG

Status Siaga Semeru, Warga Diimbau Jauhi Radius 5 Km

Whisnu Mardiansyah • 8 January 2026 09:23

Lumajang: Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat erupsi sebanyak empat kali pada Kamis, 8 Januari 2026, dengan kolom abu mencapai ketinggian 700 meter di atas puncak.

Erupsi teramati terjadi pada pukul 00.33 WIB, 05.19 WIB, 05.25 WIB, dan 07.14 WIB. “Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Kamis (8 Januari), pukul 07.14 WIB, dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang dilansir Antara, Kamis, 8 Januari 2026.

Menurut Sigit, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut. Erupsi pukul 07.14 WIB terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 14 milimeter dan durasi 120 detik.

Sigit mengonfirmasi bahwa Gunung Semeru saat ini masih berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi keselamatan yang wajib diikuti masyarakat.
 


Pertama, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan, dalam jarak 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan juga dilarang. Area ini berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” tegas Sigit.

PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk terus mewaspadai ancaman sekunder pascaerupsi. Potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar mengintai di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.


Gunung Semeru erupsi disertai letusan setinggi 800 meter dan lontaran lava pijar pada Selasa malam, 6 Januari 2026. ANTARA/HO-PVMBG

Sungai-sungai yang perlu diwaspadai terutama adalah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Dengan status Siaga yang masih berlaku, para pemangku kepentingan dan warga diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk langkah antisipasi lebih lanjut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)