ASEAN dan Inggris Danai 20 Proyek Kesehatan untuk Perkuat Ketahanan Kawasan

Program ASEAN-UK Health Security Partnership (HSP) mendukung 20 proyek kesehatan di ASEAN. Foto: Kedubes Inggris

ASEAN dan Inggris Danai 20 Proyek Kesehatan untuk Perkuat Ketahanan Kawasan

Fajar Nugraha • 9 June 2026 13:05

Jakarta: ASEAN dan Inggris mengumumkan penerima pendanaan perdana dalam program ASEAN-UK Health Security Partnership (HSP) yang akan mendukung 20 proyek kesehatan di seluruh negara anggota ASEAN.

Program ini ditujukan untuk memperkuat pengawasan penyakit, respons wabah, dan ketahanan sistem kesehatan di kawasan. Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara ASEAN-UK HSP di Jakarta, Kamis, 5 Juni 2026.

Pendanaan dan program pertukaran ahli ini dirancang untuk mempercepat penerapan kebijakan berbasis bukti sekaligus memperkuat kolaborasi antarnegara dalam menghadapi ancaman kesehatan lintas batas.

Sebanyak 20 proyek terpilih berasal dari sektor pemerintahan, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil. Seluruh proyek akan mendukung 11 negara anggota ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari infeksi yang resistan terhadap antibiotik, pengendalian penyakit menular, risiko kesehatan akibat perubahan iklim, hingga kesiapsiagaan menghadapi pandemi.

Indonesia menjadi salah satu penerima manfaat melalui proyek yang berfokus pada pengembangan model pengawasan kesehatan berbasis komunitas di wilayah adat di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini serta respons terhadap ancaman kesehatan di tingkat masyarakat.



Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, mengatakan pemilihan penerima pendanaan tahap pertama menunjukkan komitmen ASEAN dalam memperkuat keamanan kesehatan regional melalui kolaborasi dan inovasi. Menurutnya, berbagai inisiatif tersebut akan membantu negara-negara anggota membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh bagi masyarakat.

Duta Besar Inggris untuk ASEAN, Helen Fazey, menegaskan bahwa ancaman penyakit tidak mengenal batas negara sehingga diperlukan kerja sama yang erat antarnegara.

"Dengan bekerja sama secara erat dengan ASEAN, kami mendukung para inovator dan tenaga kesehatan garis depan yang memperkuat pertahanan kesehatan kawasan di tempat yang paling membutuhkan," ujarnya.

Program HSP yang didanai Pemerintah Inggris menerima lebih dari 440 proposal pada putaran pendanaan pertama. Setelah melalui proses seleksi, pendanaan dan program pertukaran ahli diberikan kepada proyek-proyek yang dinilai mampu memperkuat kapasitas negara anggota ASEAN dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons ancaman kesehatan secara kolektif.

Melalui pendanaan tersebut, ASEAN dan Inggris berharap dapat mengurangi dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi akibat keadaan darurat kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan regional dan global di masa depan.

(Keysa Qanita)

(Fajar Nugraha)