PLN Ungkap Penyebab Mati Listrik Massal di Sumatra

Ilustrasi. Foto: dok MI.

PLN Ungkap Penyebab Mati Listrik Massal di Sumatra

Richard Alkhalik • 25 May 2026 13:27

Jakarta: Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra membeberkan penyebab utama pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sebagian besar wilayah Sumatra. Dijabarkan, kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang sehingga memutus sistem transmisi utama kelistrikan di Pulau Sumatra.

Edwin menjelaskan sistem kelistrikan Sumatra ditopang oleh dua jalur utama yang mengalirkan energi daya dari selatan ke utara yakni koridor timur sebesar 500 kV dan koridor barat sebesar 275 kV.

Ia mengatakan pada gangguan listrik di wilayah Sumatra Jumat, 22 Mei 2026, pukul 18.44 WIB, terjadi karena gangguan pada transmisi 275 kV New Aur Duri ke arah Sumsel 5 yang memicu terputusnya aliran energi di jalur 500 kV yang ada di bagian timur. Infrastruktur tersebut mengalirkan interkoneksi jaringan transmisi tegangan listrik di Pulau Sumatra.
 
"Ini terjadi, kemudian kedua sirkuitnya trip sehingga jalur 500KV keluar dari sistem. Ini diduga karena terjadi kondisi cuaca yang pada saat itu hujan dan angin kencang," kata Edwin, dalam Konferensi Pers Hasil Investigasi Blackout di Wilayah Sumatra di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
 

Baca juga: Dirut PLN: Sistem Kelistrikan Sumatra Sudah Normal


(Petugas sedang memperbaiki jaringan listrik di salah satu lokasi gangguan suplai. Foto: Antara/HO-Humas PLN)
 

Fenomena power swing


Edwin menjelaskan terputusnya koridor timur menuju ke selatan memaksa aliran listrik berbalik ke selatan dan berpindah secara mendadak ke koridor barat. Perpindahan beban ekstrem ini memicu fenomena power swing atau osilasi tegangan dengan frekuensi tinggi yang pada akhirnya memaksa jalur barat memutus arus untuk mengisolasi gangguan agar tidak semakin meluas.

Ia menambahkan dampak dari terputusnya tersebut sistem kelistrikan Sumatra terbelah menjadi dua bagian. Wilayah selatan mencatatkan kelebihan pasokan dengan frekuensi tinggi, sedangkan wilayah utara kekurangan pasokan daya dengan frekuensi rendah. Penurunan frekuensi di sektor utara tersebut  mengakibatkan aliran listrik terpaksa berhenti beroperasi, sehingga pemadaman massal terjadi di Sumatra.

Edwin memastikan sistem transmisi telah kembali normal dan pembangkit-pembangkit besar telah kembali masuk menyuplai daya ke seluruh pelanggan yang ada di Sumatra.

"Insyaallah pada hari ini pembangkit-pembangkit besar sudah masuk seperti di pangkalan susu dan beberapa tempat lainnya sudah masuk insyaallah pada hari ini dan sore ini tidak ada terjadi lagi pemadaman di sistem Sumatra," tegas dia.

(Husen Miftahudin)