Jelang Armuzna, Layanan Kesehatan Calon Jemaah Haji Brebes Diintensifkan

Tim kesehatan haji Brebes. (Supardji Rasban/MI)

Jelang Armuzna, Layanan Kesehatan Calon Jemaah Haji Brebes Diintensifkan

Media Indonesia • 25 May 2026 09:46

Brebes: Pelayanan kesehatan bagi jemaah asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini semakin diintensifkan jelang fase puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Langkah ini diambil mengingat beratnya beban fisik yang akan dihadapi jemaah selama prosesi tersebut.

Petugas Haji Daerah (PHD) Umum Kabupaten Brebes, Azmi Asmuni Majid, melaporkan langsung dari Tanah Suci bahwa ibadah haji merupakan aktivitas fisik yang sangat menantang. Faktor cuaca dan mobilitas menjadi perhatian utama tim medis.

"Ibadah haji merupakan aktivitas fisik yang sangat berat. Suhu udara yang tinggi, mobilitas yang padat, jarak tempuh yang jauh, serta perubahan pola makan dan istirahat dapat memengaruhi kondisi tubuh jemaah," ujar Azmi melalui keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Senin, 25 Mei 2026.
 


Azmi menjelaskan banyak jemaah asal Indonesia, termasuk dari Brebes, yang memiliki penyakit penyerta atau masuk kategori lansia. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan tidak hanya difokuskan pada pengobatan, tetapi lebih kepada langkah promotif dan preventif.

Menurut Azmi, kepatuhan jemaah dalam mengonsumsi obat-obatan kronis menjadi kunci utama. Petugas kesehatan di lapangan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan tidak ada jemaah yang terlewat dalam jadwal pengobatannya.

"Petugas kesehatan juga memiliki tanggung jawab memberikan edukasi mengenai penggunaan obat-obatan yang benar. Bagi jemaah dengan penyakit kronis, kepatuhan menjadi faktor yang sangat penting," tambahnya.


Ilustrasi ibadah umrah. Foto- dok MI/Ramdani


Dengan pengawasan yang intensif, diharapkan seluruh jemaah haji asal Brebes dapat menjalankan rukun dan wajib haji dengan lancar. "Jemaah yang sehat akan lebih mudah mencapai sukses ritual," ucap Azmi.

Kesiapan tim kesehatan ini menjadi bagian integral dari upaya pemerintah dalam menekan angka kesakitan dan kematian jemaah selama operasional haji 2026, khususnya pada periode krusial di Armuzna. (?Supardji Rasban)

(Silvana Febiari)