Ketegangan Selat Hormuz Guncang Wall Street, Saham Teknologi Tersungkur

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Ketegangan Selat Hormuz Guncang Wall Street, Saham Teknologi Tersungkur

Ade Hapsari Lestarini • 24 April 2026 07:17

New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat. Sentimen AS dan Iran masih menjadi penyebab utamanya.

Melansir Xinhua, Jumat, 24 April 2026, kebuntuan angkatan laut yang sedang berlangsung antara AS dan Iran di Selat Hormuz terus membebani sentimen pasar di tengah gencatan senjata yang rapuh.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 179,71 poin atau 0,36 persen menjadi 49.310,32. Indeks S&P 500 merosot 29,50 poin atau 0,41 persen menjadi 7.108,4. Indeks Nasdaq Composite turun 219,063 poin, atau 0,89 persen, menjadi 24.438,504.

Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup merah, dengan sektor teknologi dan barang konsumsi non-esensial memimpin penurunan dengan masing-masing kehilangan 1,47 persen dan 0,93 persen. Sementara itu, sektor utilitas dan industri memimpin kenaikan dengan masing-masing menambah 2,80 persen dan 1,75 persen.

Tekanan pasar terjadi seiring konflik yang berkembang menjadi kebuntuan angkatan laut. Kedua pihak memperebutkan kendali atas Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi global, serta dilaporkan menyita kapal-kapal komersial dalam sepekan terakhir.

Presiden AS Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menembak dan menghancurkan kapal apa pun yang memasang ranjau di sepanjang jalur air tersebut.


Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: Anadolu.
 

Saham-saham perusahaan AS tertekan


Dari sisi korporasi, saham IBM anjlok lebih dari delapan persen dan ServiceNow merosot hampir 18 persen setelah laporan hasil kuartalan. Meskipun IBM melampaui perkiraan pendapatan dan laba, hasil tersebut dinilai belum memenuhi harapan investor. Pertumbuhan pendapatan langganan ServiceNow tertekan akibat konflik di Timur Tengah.

Saham perusahaan perangkat lunak lainnya juga turun, dengan Palantir Technologies jatuh lebih dari tujuh persen dan Oracle turun sekitar enam persen.

Sebaliknya, saham Intel melonjak lebih dari 20 persen setelah melaporkan kinerja kuartal pertama yang melampaui ekspektasi serta memberikan proyeksi kuartal kedua yang lebih baik, didorong penjualan pusat data yang kuat.

Saham mayoritas raksasa teknologi "Magnificent Seven" juga ditutup melemah, sehari setelah reli. Microsoft memimpin penurunan dengan hampir empat persen setelah menawarkan program pengunduran diri sukarela kepada karyawan di AS.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)