Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Klaim Iran Terpaksa Tutup Selat Hormuz demi 'Selamatkan Muka' Sendiri
Willy Haryono • 22 April 2026 14:43
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim pada Selasa malam bahwa Iran sebenarnya ingin mempertahankan Selat Hormuz, tetap memilih menutupnya demi “menyelamatkan muka” mereka.
“Iran tidak ingin Selat Hormuz ditutup, mereka ingin tetap terbuka agar bisa menghasilkan USD500 juta per hari (yang berarti itulah jumlah yang tidak akan didapat jika ditutup!)," ujar Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social.
"Mereka hanya mengatakan ingin menutupnya karena saya telah memblokade sepenuhnya (menutupnya!), jadi mereka hanya ingin ‘menyelamatkan muka,'” sambungnya, dikutip dari TRT World, Rabu, 22 April 2026.
Trump menambahkan bahwa beberapa pihak telah mendekatinya empat hari lalu, dan menyampaikan bahwa Iran ingin segera membuka kembali Selat Hormuz.
“Orang-orang mendekati saya empat hari lalu dan mengatakan, ‘Pak, Iran ingin membuka Selat itu, segera.’ Namun jika kita melakukan itu, maka tidak akan pernah ada kesepakatan dengan Iran, kecuali kita menghancurkan sisa negara mereka, termasuk para pemimpinnya!” klaim Trump.
Sebelumnya di hari yang sama, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran guna memberi waktu bagi Teheran menyiapkan “proposal terpadu," menyusul permintaan pejabat Pakistan.
Dalam unggahan terpisah, Trump juga mengklaim bahwa kondisi keuangan Iran sedang mengalami keruntuhan. “Iran sedang runtuh secara finansial! Mereka ingin Selat Hormuz segera dibuka. (Iran) kehabisan uang!” tuturnya.
Trump berpendapat bahwa Iran kehilangan sekitar 500 juta dolar AS per hari akibat situasi tersebut. “Militer dan polisi mengeluh karena tidak dibayar. SOS!!!” tambahnya.
Pakistan sebelumnya menjadi tuan rumah perundingan antara AS dan Iran pada 11–12 April setelah menengahi gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April, yang seharusnya berakhir pada Rabu malam waktu Washington, DC.
Upaya untuk menggelar putaran negosiasi berikutnya masih berlangsung, meski ketidakpastian tetap membayangi.
Baca juga: Jerman Akan Kirim 3 Kapal ke Selat Hormuz untuk Misi Keamanan