IHSG Naik 3,30% ke Level 6.206 di Awal Pekan

Ilustrasi. Foto: dok MI.

IHSG Naik 3,30% ke Level 6.206 di Awal Pekan

Husen Miftahudin • 15 June 2026 10:04

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi hari di awal pekan ini kembali mengalami kenaikan signifikan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 15 Juni 2026, IHSG berada di posisi 6.118,725.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.55 WIB, IHSG langsung menguat signifikan sebanyak 198,515 poin setara 3,30 persen ke level 6.206,171.

Adapun sebanyak 572 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini. Sementara, 80 saham lainnya melemah dan 94 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.55 WIB sebanyak Rp8,240 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 13,965 miliar saham.
 

Baca juga: Penguatan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Fundamental RI


(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
 

Berpotensi lanjutkan penguatan


Retail Research Analyst BNI Sekuritas Karina Rusfidyawati menyebutkan, IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatan ke level 6.060. Namun ia mengingatkan agar para investor tetap hati-hati jika IHSG terjadi break di level 6.000.

"Diperkirakan support IHSG 5.960-5.900 dan resist IHSG pada level 6.060-6.150," ungkap Karina dalam analisis hariannya.

Adapun, di perdagangan sebelumnya, Jumat, 12 Juni 2026, IHSG ditutup naik 2,07 persen di level 6.007,66 dan disertai dengan net buy asing sebesar Rp287,77 miliar. Saham yang paling banyak di-net buy asing adalah BBCA, DSSA, TPIA, AMMN, dan BRMS.

Sementara itu, indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, didorong lonjakan saham SpaceX, melesat 19 persen pada hari perdana di Nasdaq. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,7 persen, S&P 500 menguat 0,5 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,31 persen.

Di sisi lain, bursa saham Asia melanjutkan rally pada Jumat, 12 Juni 2026, seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Sentimen tersebut turut menekan harga minyak ke level terendah dalam dua bulan terakhir serta mendorong pelemahan dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS.

Di Jepang, indeks Nikkei naik 2,8 persen, dan Topix menguat 1,3 persen. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak 4,6 persen dan Kosdaq melesat 3,2 persen. Selain itu, Hang Seng Hong Kong naik 1,9 persen, Taiex Taiwan menguat 2,4 persen dan ASX 200 Australia bertambah 1,98 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Times menguat 0,8 persen dan FTSE Malay KLCI naik 0,24 persen.

(Husen Miftahudin)