Lionel Messi dalam laga Argentina Melawan Honduras, 23 September 2022. (Telam via c5n.com)
Prediksi Starting XI Argentina, Tekanan Juara Bertahan dan Last Dance El Messiah
Whisnu Mardiansyah • 11 June 2026 17:26
Jakarta: Empat tahun lalu, malam di Stadion Lusail, Qatar, menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam sepak bola dunia. Di hadapan puluhan ribu penonton dan miliaran pasang mata yang dari layar kaca, Lionel Messi akhirnya mengangkat trofi yang selama ini menjadi kepingan terakhir dalam perjalanan kariernya.
Argentina menaklukkan Prancis melalui drama adu penalti pada final Piala Dunia 2022. Sejak saat itu, Albiceleste kembali duduk di singgasana sepak bola dunia setelah penantian selama 36 tahun.
Kini, memasuki Piala Dunia 2026, tantangan baru menanti. Argentina tidak lagi datang sebagai penantang. Mereka hadir sebagai juara bertahan. Status tersebut membawa tekanan besar. Sejarah menunjukkan bahwa mempertahankan gelar juara dunia jauh lebih sulit dibandingkan merebutnya untuk pertama kali. Sejarahnya, baru Brasil yang sukses back to back juara.
Namun, di bawah Lionel Scaloni, Argentina memiliki alasan kuat untuk percaya diri. Mereka masih memiliki kerangka utama tim juara dunia empat tahun lalu. Mereka masih memiliki fondasi permainan yang matang. Dan yang terpenting, mereka masih memiliki Lionel Messi. Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi panggung terakhir sang legenda bersama tim nasional.
Generasi Juara yang Belum Habis
Keputusan Lionel Scaloni mempertahankan sebagian besar pemain yang membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 menunjukkan kepercayaan besar terhadap fondasi yang telah dibangun.
Di sektor penjaga gawang, Emiliano Martinez tetap menjadi pilihan utama. Kiper Aston Villa tersebut telah berkembang menjadi salah satu penjaga gawang terbaik dunia dalam turnamen internasional. Kemampuannya membaca arah penalti, keberanian dalam duel satu lawan satu, dan mentalitas membuatnya nyaris tak tergantikan.
Sebagai pelapis, Argentina masih memiliki Geronimo Rulli kiper Olympique Marseille dan Juan Musso yang kini memperkuat Atletico Madrid. Kehadiran ketiganya memberikan jaminan kualitas apabila terjadi situasi darurat selama turnamen berlangsung.
Pertahanan masih menjadi salah satu fondasi utama Argentina. Cristian Romero diproyeksikan menjadi pemimpin lini belakang. Bek Tottenham Hotspur itu dikenal sebagai pemain yang agresif serta kuat dalam duel udara.
Berduet dengan Lisandro Martinez dari Manchester United yang memiliki kemampuan distribusi bola dan ketenangan dalam membangun serangan dari area pertahanan.
Di sektor sayap, Nahuel Molina dan Nicolas Tagliafico tetap menjadi andalan. Molina kerap memberi ancaman melalui overlap dari sisi flank kanan, sementara Tagliafico memiliki keseimbangan antara bertahan dan menyerang di sektor kiri.
Kehadiran bek senior Nicolas Otamendi juga masih penting meskipun usianya tidak lagi muda. Bek Benfica tersebut berfungsi sebagai pemimpin ruang ganti sekaligus mentor bagi pemain-pemain yang lebih muda.
Selain itu, Leonardo Balerdi, Facundo Medina, dan Gonzalo Montiel memperkaya pilihan Scaloni di sektor pertahanan. Meski beberapa pemain mulai memasuki usia matang, Argentina masih memiliki organisasi pertahanan yang sulit ditembus.
Lini tengah sektor yang membuat Argentina masih layak diunggulkan jadi favorit juara dunia. Tidak banyak negara yang memiliki kombinasi gelandang dengan kualitas dan pengalaman seperti Albiceleste.
Rodrigo De Paul tetap menjadi motor yang menghubungkan seluruh lini permainan. Pemain Inter Miami tersebut dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang mampu menjaga keseimbangan tim sekaligus memberikan perlindungan bagi Messi.
Di sampingnya, Enzo Fernandez telah berkembang menjadi gelandang kelas dunia bersama Chelsea. Kemampuan membaca permainan, akurasi umpan, dan ketenangannya dalam mengendalikan tempo pertandingan menjadikan Enzo salah satu pemain paling penting dalam tim.
Alexis Mac Allister menawarkan kreativitas, visi bermain, dan kemampuan mencetak gol dari lini kedua. Sementara itu, Giovani Lo Celso dan Leandro Paredes bisa menjadi kartu as yang sangat berharga dalam pertandingan-pertandingan penentu.
Argentina juga mulai mempersiapkan masa depan melalui kehadiran pemain muda Valentin Barco, salah satu talenta muda yang digadang-gadang menjadi penerus generasi emas saat ini.

Trofi Piala Dunia. Foto FIFA
Lini Depan yang Lebih Variatif
Salah satu perbedaan terbesar antara Argentina 2022 dan Argentina 2026 terletak pada sektor serangan. Jika empat tahun lalu sebagian besar kreativitas dan produktivitas gol bertumpu kepada Messi, kini Argentina memiliki lebih banyak opsi.
Julian Alvarez berkembang menjadi penyerang modern yang komplet. Penyerang Atletico Madrid tersebut mampu mencetak gol, membuka ruang, melakukan tekanan tinggi, serta berkontribusi dalam fase bertahan.
Di sisi lain, Lautaro Martinez datang sebagai salah satu striker paling produktif di Eropa bersama Inter Milan. Kehadiran Alvarez dan Lautaro memberi Scaloni fleksibilitas taktik yang besar.
Nicolas Gonzalez, Thiago Almada, Giuliano Simeone, Nico Paz, dan Jose Manuel Lopez semakin memperkaya pilihan di sektor depan. Kedalaman skuad seperti ini membuat Argentina tidak lagi bergantung pada satu pemain. Namun tetap saja, pusat permainan Albiceleste masih berada pada satu nama Lionel Messi.
Last Dance Lionel Messi
Piala Dunia 2026 kemungkinan besar menjadi penampilan terakhir Lionel Messi di ajang sepak bola terbesar dunia. Saat turnamen berlangsung, sang kapten telah berusia 39 tahun. Usia tersebut tentu berbeda jauh dibandingkan ketika ia tampil di Jerman 2006, Afrika Selatan 2010, Brasil 2014, Rusia 2018, maupun Qatar 2022.
Namun, Messi selalu memiliki kemampuan. Ia mungkin tidak lagi berlari sepanjang pertandingan seperti masa mudanya. Akan tetapi, visi bermain, kecerdasan membaca ruang, dan kemampuan menciptakan peluang tetap berada pada level tertinggi.
Perbedaan terbesar kali ini adalah Messi tidak lagi membawa beban pembuktian. Ia sudah memenangkan segalanya. Piala Dunia, Copa America, Finalissima, Liga Champions, hingga delapan Ballon d'Or telah melengkapi lemari trofinya.
Karena itu, bagi Messi Piala Dunia 2026 bukan lagi tentang mengejar sesuatu yang belum diraih. Turnamen ini adalah tentang penutup cerita.
Jika Qatar 2022 merupakan klimaks dari perjalanan panjang Messi, maka Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berpotensi menjadi akhir penutup karir yang indah. Dunia sepak bola akan menantikan apakah sang maestro mampu mengakhiri karier internasionalnya dengan satu kisah terakhir yang tak terlupakan.
Menurut simulasi superkomputer Opta Analyst menjelang turnamen, Argentina masih masuk dalam empat besar kandidat juara dunia. Peluang mereka mencapai perempat final diperkirakan mencapai 45,2 persen.
Peluang lolos ke semifinal mencapai 30,3 persen. Peluang mencapai final berada di angka 18,1 persen. Sementara peluang mempertahankan gelar juara dunia mencapai 10,4 persen. Persentase tersebut menempatkan Argentina di bawah Spanyol, Prancis, dan Inggris.
Yang membedakan Argentina dari banyak pesaingnya adalah mental juara. Sebagian besar pemain inti sudah pernah merasakan tekanan final Piala Dunia dan mengetahui bagaimana menghadapi pertandingan krusial.
Namun, sejarah juga tidak berpihak kepada juara bertahan. Sejak Brasil mempertahankan gelar pada 1962, tidak ada negara yang mampu mengulang prestasi tersebut. Karena itu, Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian terbesar generasi Lionel Scaloni.
Prediksi Starting XI Argentina
Melihat komposisi pemain yang tersedia, Lionel Scaloni diperkirakan akan menggunakan formasi 4-2-3-1 yang selama ini menjadi salah satu sistem paling efektif bagi Argentina.
Prediksi Starting XI Argentina:
-
Kiper: Emiliano Martinez (Aston Villa)
-
Bek: Nahuel Molina (Atletico Madrid), Cristian Romero (Tottenham Hotspur), Lisandro Martinez (Manchester United), Nicolas Tagliafico (Lyon)
-
Gelandang Bertahan: Rodrigo De Paul (Inter Miami), Enzo Fernandez (Chelsea)
-
Gelandang Serang: Thiago Almada (Atletico Madrid), Lionel Messi (Inter Miami), Alexis Mac Allister (Liverpool)
-
Penyerang: Julian Alvarez (Atletico Madrid)
?Dalam skema ini, Messi berperan sebagai playmaker bebas yang bergerak di belakang Alvarez. Mac Allister dan Almada akan menopang kreativitas dari kedua sisi, sementara De Paul dan Enzo menjaga keseimbangan permainan.
Jadwal Argentina di Fase Grup
Argentina tergabung di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania.
-
Argentina vs Aljazair: 16 Juni 2026 di Kansas City Stadium
-
Argentina vs Austria: 22 Juni 2026 di Dallas Stadium
-
Yordania vs Argentina: 27 Juni 2026 di Dallas Stadium