BMKG: Kemarau Menguat di Indonesia Selatan, Hujan Lebat Masih Mengintai Wilayah Utara

Ilustrasi Medcom.id

BMKG: Kemarau Menguat di Indonesia Selatan, Hujan Lebat Masih Mengintai Wilayah Utara

Atalya Puspa • 16 June 2026 11:48

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau semakin meluas di wilayah Indonesia bagian selatan dalam sepekan ke depan. Sedangkan, sejumlah wilayah di Indonesia bagian utara masih berpotensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Dalam prospek cuaca periode 16–22 Juni 2026, BMKG mencatat sebagian besar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara telah mengalami hari tanpa hujan dalam kategori menengah hingga sangat panjang. Sekitar 33,3 persen atau 233 Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa pengurangan curah hujan mulai meluas dan perlu menjadi perhatian, terutama pada wilayah yang rentan terhadap kekeringan meteorologis dan penurunan ketersediaan air," tulis BMKG, Selasa, 16 Juni 2026.

Meski kemarau mulai mendominasi wilayah selatan Indonesia, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih terjadi di sejumlah daerah.

Pada periode 11–14 Juni 2026, hujan sangat lebat tercatat di Sumatra Barat dengan curah hujan mencapai 139 milimeter per hari. Hujan lebat juga terjadi di Papua, Riau, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat.

BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin yang masih aktif di sejumlah wilayah Indonesia. Selain itu, sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra dan sekitar Selat Makassar mendukung pembentukan awan hujan.

Untuk periode 16–18 Juni 2026, BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Hujan sedang hingga lebat juga diprediksi terjadi di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Sementara itu, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk Aceh, Sumatra Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.

Hujan/Ilustrasi Istimewa

Baca Juga: 

Musim Kemarau Lebih Panjang, Puan Minta Pemerintah Siapkan Antisipasi

Potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan sebagian wilayah Papua.

Pada periode 19–22 Juni 2026, hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, serta sejumlah wilayah di Papua.

BMKG mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan secara resmi. Warga di wilayah yang telah memasuki musim kemarau diminta mewaspadai potensi kekeringan dan menjaga kondisi tubuh saat cuaca panas.

Masyarakat di daerah yang masih berpotensi diguyur hujan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan perjalanan akibat cuaca ekstrem.

"Informasi cuaca akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan kondisi atmosfer terkini," kata BMKG.

(Achmad Zulfikar Fazli)