Menkomdigi Dorong Koordinasi Rutin Kehumasan Hadapi Disrupsi Digital

Menkomdigi Meutya Hafid (kedua dari kanan). Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Adyatma Damardjati.

Menkomdigi Dorong Koordinasi Rutin Kehumasan Hadapi Disrupsi Digital

Muhammad Adyatma Damardjati • 1 September 2026 16:14

Jakarta: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya penguatan forum koordinasi kehumasan secara rutin di tengah derasnya disrupsi informasi digital. Pemerintah memerlukan ruang koordinasi tambahan yang memungkinkan akselerasi komunikasi antarlembaga secara cepat.

"Dari sebelum-sebelumnya yang namanya Bakohumas itu sudah ada. Tapi tentu dengan digitalisasi kita perlu juga koordinasi secara cepat," ujar Meutya dalam Forum Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, Selasa, 1 September 2026.

Meutya menjelaskan akselerasi digital menuntut intensitas koordinasi yang lebih tinggi guna menangani ancaman disinformasi, fitnah, dan kebohongan (DFK). Dia mengapresiasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) yang berhasil mempertemukan para pemangku kepentingan kehumasan secara lebih intensif.

Menurut dia, forum koordinasi langsung ini menjadi elemen pelengkap yang krusial di samping kegiatan tahunan yang sudah ada. Sinergi lintas instansi perlu dipacu agar respons pemerintah terhadap isu-isu publik tidak tertinggal dinamika di ruang digital.


Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Foto: ANTARA/Livia Kristianti.

"Kalau teman-teman pahami bahwa setiap tahun ada pertemuan secara nasional dalam kerangka Anugerah Media Humas. Nah tahun ini selain Anugerah Media Humas, ada kemudian forum-forum tambahan yang bisa melakukan atau memungkinkan kita melakukan koordinasi dengan lebih cepat lagi," jelas Meutya.

Forum Bakohumas yang melibatkan jajaran humas kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah tersebut diproyeksikan berlangsung berkala. Meutya berharap penguatan sinergi ini mampu melipatgandakan kesiapan pemerintah dalam menyebarkan informasi yang akurat sekaligus membendung sebaran hoaks di tengah masyarakat.

(Fachri Audhia Hafiez)