Penny Wong Dorong Generasi Muda Australia Belajar Bahasa Indonesia

Menlu Sugiono bersama Menlu Australia Penny Wong di MCG, Melbourne, Rabu, 26 Agustus 2026. (DFAT)

Penny Wong Dorong Generasi Muda Australia Belajar Bahasa Indonesia

Willy Haryono • 26 August 2026 16:52

Melbourne: Pemerintah Australia mendorong lebih banyak generasi muda mempelajari bahasa asing, khususnya bahasa negara-negara Asia seperti Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan kawasan.

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Special Envoy for Indian Ocean Affairs Tim Watts MP menyoroti pentingnya bahasa dan olahraga dalam mempererat hubungan Australia-Indonesia.

Ketiganya menghadiri kegiatan di Melbourne Cricket Ground (MCG) pada Rabu, 26 Agustus 2026, bersama kapten Collingwood Football Club sekaligus penutur bahasa Indonesia, Darcy Moore.

Dalam kegiatan tersebut, mereka bertemu dengan tim AFL Australia-Indonesia, Krakatoas, serta siswa Brunswick North West Primary School yang tengah mempelajari bahasa Indonesia melalui program Australia Awards Duta Bahasa Pembelajaran Bahasa Indonesia (ILLA).

Pemerintah Australia menilai kemampuan berbahasa dan pemahaman budaya kawasan merupakan investasi bagi keamanan, kemakmuran, dan hubungan Australia di masa depan.

Australia Perkuat Pembelajaran Bahasa Asia

Pada Mei lalu, pemerintah Australia mengumumkan pendanaan sebesar A$2,5 juta melalui Program Hibah Sekolah Bahasa Komunitas–Kemahiran Bahasa Asia. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung pembelajaran berbagai bahasa Asia.

Sementara itu, berdasarkan Traktat Jakarta yang ditandatangani Australia dan Indonesia pada Februari 2026, Australia-Indonesia Institute akan memperoleh pendanaan A$11,4 juta selama empat tahun.

Pendanaan tersebut akan digunakan untuk memperluas program pertukaran budaya dan hibah, sehingga membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat Australia dan Indonesia untuk saling belajar dan memperkuat hubungan kedua negara.

Australia juga memperkuat program New Colombo Plan dengan memberikan perhatian lebih besar terhadap pembelajaran bahasa Asia yang menjadi prioritas, pengalaman pembelajaran jangka panjang, serta keterlibatan yang lebih erat dengan Indonesia.

Bahasa Dinilai Buka Peluang Baru

Penny Wong mengatakan kemampuan berbahasa dapat membuka peluang bagi generasi muda Australia untuk memperoleh pengalaman baru sekaligus membangun jejaring dengan masyarakat di kawasan.

"Darcy Moore adalah contoh yang sangat baik tentang bagaimana mempelajari sebuah bahasa dapat membuka pintu menuju pengalaman baru, membangun jaringan, dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kawasan kita," kata Wong, berdasarkan siaran pers DFAT yang diterima Metrotvnews.com.

Ia mengatakan pemerintah ingin memberikan lebih banyak kesempatan kepada generasi muda Australia untuk mempelajari bahasa Indonesia dan bahasa kawasan lainnya.

"Kami ingin lebih banyak generasi muda Australia memiliki kesempatan untuk mempelajari bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa kawasan lainnya, sehingga kita dapat membangun pemahaman budaya yang lebih baik dan memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga," ujarnya.

Menurut Wong, kemampuan tersebut juga akan memperkuat kapasitas Australia untuk berinteraksi dengan negara-negara di kawasan sekaligus mendukung keamanan dan kemakmuran Australia.

Sementara itu, Tim Watts mengatakan pemahaman yang lebih mendalam mengenai Asia merupakan bagian penting bagi masa depan Australia.

"Kami ingin pembelajaran bahasa membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Australia, baik melalui pendidikan di kelas, program pertukaran, studi, maupun karier yang melibatkan kawasan kita," kata Watts.

Ia menambahkan bahwa Australia membutuhkan pemahaman dan keterlibatan yang lebih mendalam terhadap bahasa, budaya, sejarah, masyarakat, dan ekonomi negara-negara di kawasan.

Baca juga:  Menhan-Menlu RI-Australia Akan Gelar Pertemuan 2+2 di Melbourne, Bahas Traktat Jakarta

(Willy Haryono)