Melonjak 90%, Airlangga Sebut Transaksi Video Commerce Indonesia Tembus 2,6 Miliar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok Kemenko Perekonomian

Melonjak 90%, Airlangga Sebut Transaksi Video Commerce Indonesia Tembus 2,6 Miliar

Eko Nordiansyah • 27 August 2026 14:12

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyebutkan transaksi video commerce di Indonesia melonjak hampir 90 persen menjadi 2,6 miliar transaksi.

Airlangga mengatakan jumlah penjual daring di Indonesia saat ini mencapai sekitar 800 ribu pedagang. Sementara itu, transaksi video commerce telah mencapai 2,6 miliar transaksi atau tumbuh hampir 90 persen.

"Jadi jualan pakai video tetapi pelanggannya online. Kalau kita lihat, jumlah penjual online sekitar 800 ribu, namun dalam video commerce ini transaksinya sudah naik hampir 90 persen yaitu 2,6 miliar transaksi," kata Airlangga ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 27 Agustus 2026.

Video commerce merupakan kegiatan menjual produk melalui konten atau siaran video, sementara proses pembeliannya dilakukan secara online. Contohnya, pedagang melakukan live streaming di platform e-commerce.

Praktik tersebut kini banyak dilakukan pedagang di toko fisik dengan memanfaatkan gawai untuk melakukan penjualan secara langsung melalui kanal digital.

Menurut Airlangga, perkembangan video commerce menunjukkan semakin menyatunya aktivitas perdagangan secara daring dan luring.

Meski sektor offline masih mendominasi sekitar dua pertiga perdagangan, Airlangga menyebut transaksi melalui e-commerce telah mencapai sekitar sepertiga.


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Peluang bagi UMKM

Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mempercepat transformasi digital.

"Ekonomi digital terus tumbuh menjadi sekitar 100 miliar pada 2025 dan Indonesia juga merupakan andalan dari pasar yang namanya video commerce," ujar Airlangga.

Pertumbuhan video commerce juga didukung tingginya jumlah pengguna media sosial di Indonesia yang telah menembus lebih dari 180 juta. Jumlah tersebut terus tumbuh sekitar 26 persen per tahun.

Airlangga menilai perkembangan teknologi digital tersebut menjadi momentum bagi pelaku industri dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal untuk melakukan transformasi ekonomi secara lebih inklusif.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan e-commerce, terutama untuk membangun algoritma yang mampu menawarkan produk berdasarkan personalisasi dan preferensi konsumen.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat ekosistem e-commerce melalui penyusunan regulasi, penyediaan infrastruktur digital, serta fasilitasi kolaborasi antara platform e-commerce, UMKM, asosiasi industri dan konsumen.

(Eko Nordiansyah)