Ilustrasi. Foto: Unsplash.com/Maria Lupan.
Indonesia Berpotensi Jadi Produsen Industri Migas Global
M Sholahadhin Azhar • 3 May 2026 23:36
Jakarta: Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam industri minyak dan gas (migas). Bahkan, menjadi produsen dalam tataran global.
"Kita harus menjadi produsen, pemilik teknologi, dan pengendali rantai pasok. Jika tidak sekarang, kita akan terus tertinggal," kata Chief Commercial Officer PT Artas Energi Petrogas Hendrik Kawilarang Luntungan, dalam keterangan tertulis, Minggu, 3 Mei 2026.
Hal itu diungkap Hendrik, saat menerima kunjungan Jajaran Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Migas Indonesia (IAFMI) dan Komunitas Migas Indonesia (KMI). Hendrik mengatakan pihaknya sebagai satu-satunya produsen seamless tube di Indonesia, meyakini potensi itu.
Seamless tube disebut Hendrik telah menyumbang devisa negara hingga Rp15 Triliun melalui substitusi impor dan ekspor ke pasar Asia–Timur Tengah. Produk itu telah digunakan di proyek-proyek KKKS dengan standar API 5CT & API 5L, dan membuktikan industri dalam negeri mampu bersaing secara kualitas global.
Terkait hal ini, IAFMI dan KMI mendorong transformasi di industri migas. Agar, dapat memberikan dampak langsung terhadap penurunan signifikan impor peralatan migas, efisiensi dan optimalisasi cost recovery, peningkatan TKDN berbasis kualitas, lahirnya national champions industri migas, dan penguatan posisi Indonesia sebagai basis industri migas di Asia Tenggara.

Kunjungan Jajaran Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Migas Indonesia (IAFMI) dan Komunitas Migas Indonesia (KMI). Foto: Dok. Istimewa.
Chairman Komunitas Migas Indonesia Herry Putranto menyebut tujuan itu memiliki tantangan besar. Seperti tingginya ketergantungan impor komponen kritikal, lemahnya penguasaan teknologi dan Research Development/R&D, regulasi yang belum kompetitif, kesenjangan kualitas SDM, serta brand industri nasional yang belum kuat di pasar global.
“PT Artas Energi memiliki sumber daya dan pasar. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk membangun industri sendiri, dengan regulasi yang berpihak kepada kepentingan industri nasional serta investasi teknologi yang serius ditambah kesiapan SDM yang siap bersaing di kancah global,” ujar dia
Factory Visit yang diinisiasi oleh IAFMI dan didukung oleh KMI ini menjadi seruan terbuka kepada pemerintah untuk mempercepat reformasi regulasi, memperkuat kedaulatan rantai pasok, serta mendorong pembangunan ekosistem industri migas yang mandiri dan berdaya saing.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com