Ilustrasi wisudawan LP3I. Foto: dok LP3I.
70% Lulusan Vokasi Ini Sudah Bekerja Sebelum Wisuda
Ade Hapsari Lestarini • 17 September 2026 18:19
Jakarta: Sebanyak 70 persen dari 811 lulusan Politeknik LP3I Jakarta disebut telah diterima bekerja dan terserap dunia industri sebelum resmi diwisuda.
Hal tersebut disampaikan dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Ke-27 Politeknik LP3I Jakarta bertema "Harmonia Vokasi" yang digelar di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Dari total 811 lulusan yang diwisuda, sebanyak 155 lulusan berasal dari Program Sarjana Terapan (Diploma IV), sedangkan 656 lulusan berasal dari Program Diploma III (Ahli Madya).
Ketua Yayasan LP3I Mohammad Isnaeni mengatakan, tingginya tingkat penyerapan kerja tersebut berkaitan dengan model pendidikan keterampilan terapan serta jaringan kemitraan industri yang dibangun Politeknik LP3I Jakarta.
"Atas nama Yayasan LP3I, kami menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Pencapaian ini tidak hadir dengan sendirinya. Di dalamnya terdapat kerja keras, ketekunan, doa, serta dukungan orang tua, keluarga, dosen, dan seluruh civitas akademika," kata dia, dalam keterangan tertulis, Kamis, 17 September 2026.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Henri Togar Hasiholan Tambunan, mengatakan pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menghasilkan riset, teknologi, dan inovasi terapan yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat maupun industri.
"Saya melihat Politeknik LP3I Jakarta telah merespons tantangan tersebut dengan baik. Kemitraan strategis yang terjalin dengan perusahaan adalah bukti bahwa LP3I tidak berjalan sendirian, melainkan terus mensinkronkan denyut nadinya dengan denyut nadi industri," ujar dia.

Ketua Yayasan LP3I Mohammad Isnaeni. Foto: dok LP3I.

Ketua Yayasan LP3I Mohammad Isnaeni. Foto: dok LP3I.
Keterampilan bagi lulusan dalam menghadapi dunia kerja
Dalam acara tersebut, pengusaha nasional sekaligus Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024 Sandiaga Uno hadir memberikan orasi ilmiah. Ia menekankan pentingnya keterampilan dan karakter bagi lulusan dalam menghadapi dunia kerja.
"Integritas, disiplin, komunikasi dan kemampuan bekerja dalam tim menjadi hal yang sangat dibutuhkan," kata dia.
Sandiaga juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang dapat menjadi peluang bagi generasi muda. Menurut dia, lulusan juga perlu memiliki pola pikir kewirausahaan atau entrepreneurial mindset.
"Dalam hal ini, kita jangan lagi bertanya where i can find a job tetapi harus mulai berpikir what problem can i solve and what opportunity can i create," katanya.
Selain wisuda, Politeknik LP3I Jakarta memberikan empat kategori penghargaan Achievement Award, yakni Dosen Terbaik, Mahasiswa Berprestasi, Wisudawan Terbaik, serta Penghargaan Relasi Perusahaan.
Penghargaan Dosen Terbaik diberikan sebagai apresiasi atas dedikasi dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa Berprestasi diberikan atas pencapaian akademik maupun nonakademik, sedangkan Wisudawan Terbaik diberikan kepada lulusan dengan predikat kelulusan tertinggi.
Adapun Penghargaan Relasi Perusahaan diberikan kepada mitra industri dan perusahaan sponsor yang bekerja sama serta menyerap lulusan LP3I.
Pada kesempatan yang sama, Politeknik LP3I Jakarta menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra industri. Kerja sama di tingkat nasional dan asosiasi dilakukan dengan PT Bank Mandiri Taspen dan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI).
Kemitraan juga diperkuat melalui kerja sama dengan Probuilder Group, PT Gandum Mas Kencana, PT TYSM Indonesia, DNA Group, ASPERUMNAS, Horison Suites & Residence Iswara Bekasi, PT Sinar Sosro Gunung Slamat, PT Integra Kreasitama Solusindo (Integrasia), serta PT Fusoh Tube Part Indonesia.
Direktur Politeknik LP3I Jakarta Dudi Hariyadi mengatakan kerja sama tersebut mencakup penyaluran tenaga kerja, program magang industri, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan pasar, serta peningkatan kompetensi mahasiswa.
"Kerja sama luas ini mencakup sinergi penyaluran tenaga kerja, program magang industri, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan pasar, serta peningkatan kompetensi mahasiswa agar selalu relevan dengan dinamika dunia kerja modern," kata Dudi.