Petugas melakukan pengecekan pesawat upaya pembuatan hujan buatan dengan metode OMC di Lanud Supadio Kubu Raya (ANTARA/HO : BPBD Kalbar)
Penanganan Karhutla di Kalbar Diperkuat Melalui Modifikasi Cuaca
Silvana Febiari • 17 September 2026 13:58
Pontianak: Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Berdasarkan data BMKG menunjukkan potensi hujan hampir semua kabupaten/kota, tetapi Operasi Modifikasi Cuaca tetap dilangsungkan demi mengoptimalkan penanganan," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar Ridwan di Pontianak, dilansir dari Antara, Kamis, 17 September 2026.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan berpeluang terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota pada 16-22 September. Pada 16 September hampir seluruh wilayah Kalbar diperkirakan tertutup awan hujan sehingga peluang terjadinya hujan cukup besar.
Potensi tersebut diperkirakan sedikit menurun pada 18 dan 20 September. Kemudian, kembali meningkat pada 21 dan 22 September.
"Untuk 16 September sendiri hampir seluruhnya tertutup awan hujan. Pada 18 September ada sedikit penurunan, begitu juga 20 September. Selanjutnya tanggal 21 dan 22 kemungkinan terjadinya hujan tinggi lagi," ungkapnya.
Hujan diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap. Selain itu, hujan juga membasahi lahan yang masih berpotensi terbakar sehingga mendukung penanganan karhutla.

BPBD TNI/Polri dan stakeholder terkait saat melakukan pemadaman karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (ANTARA/Ho- Sucia Lucinda)
Meski demikian, BPBD Kalbar terus mengoptimalkan OMC sebagai langkah strategis untuk memperkuat penanganan karhutla di lapangan. OMC akan terus dilakukan sebagai upaya berkelanjutan hingga kondisi di Kalbar benar-benar terkendali.
"Untuk antisipasi, kita terus berusaha. OMC tetap kita lakukan sampai penanganan karhutla optimal," tuturnya.