Cara Mencairkan Limit SPayLater ke Rekening Bank, Aman atau Berisiko?

Shopeepay dok. Shopee

Cara Mencairkan Limit SPayLater ke Rekening Bank, Aman atau Berisiko?

Riza Aslam Khaeron • 15 September 2026 08:30

Jakarta: Layanan paylater kini banyak digunakan masyarakat untuk membeli barang dengan sistem pembayaran di kemudian hari atau dengan cara dicicil. Kemudahan tersebut membuat pengguna dapat memenuhi kebutuhan tanpa harus membayar seluruh harga barang pada saat transaksi.

Salah satu layanan yang tersedia di Indonesia, yakni SPayLater dari Shopee. Fitur ini dapat digunakan untuk transaksi belanja, tetapi limit yang tersedia tidak dirancang untuk dicairkan langsung menjadi uang tunai ke rekening bank.

Kondisi tersebut membuat sebagian pengguna mencari cara agar limit SPayLater dapat berubah menjadi dana tunai. Namun, tidak semua metode yang beredar aman karena terdapat praktik pencairan melalui pihak ketiga yang dapat melanggar ketentuan layanan.

Lantas, apakah SPayLater dapat dicairkan ke rekening bank, dan bagaimana cara menggunakannya dengan aman? Berikut penjelasannya.
 

Apa Itu SPayLater dan Apakah Dapat Dicairkan?


Ilustrasi: Pexels

SPayLater merupakan fasilitas pembayaran yang memungkinkan pengguna membeli barang atau layanan dengan pembayaran di kemudian hari maupun dengan cara dicicil. Berbeda dengan layanan pinjaman tunai seperti SPinjam, SPayLater tidak menyediakan fitur resmi untuk memindahkan limit kredit langsung ke rekening bank.

Mengutip laman resmi ShopeePay, SPayLater sebaiknya digunakan untuk membeli barang atau kebutuhan nyata, baik kebutuhan harian maupun keperluan produktif. Pengguna tidak disarankan menggunakan layanan tersebut dengan tujuan mengubah limit menjadi uang tunai.

Apabila membutuhkan dana tunai, Shopee menyediakan SPinjam sebagai layanan pinjaman yang memang ditujukan untuk kebutuhan tersebut. Layanan ini disediakan oleh PT Lentera Dana Nusantara yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

SPinjam menawarkan pinjaman tanpa agunan dengan pilihan tenor dua, tiga, enam, sembilan, hingga dua belas bulan. Bunga yang ditawarkan mulai dari 1,95 persen per bulan, sesuai informasi yang tercantum pada sumber resmi ShopeePay.
 

Cara Mencairkan SPayLater ke Rekening Bank

Perlu diketahui, SPayLater tidak menyediakan fitur resmi untuk mencairkan limit secara langsung ke rekening bank. Sejumlah panduan di internet memang membahas cara mengubah limit menjadi uang tunai melalui transaksi tertentu, tetapi cara tersebut tidak direkomendasikan karena berpotensi melanggar ketentuan layanan.

Praktik tersebut umumnya dilakukan dengan membuat transaksi antara akun pembeli dan penjual seolah-olah terjadi seperti transaksi marketplace biasa. Namun, jika transaksi sebenarnya tidak mencerminkan pembelian barang atau jasa yang nyata, pengguna dapat menghadapi risiko penipuan, kerugian finansial, hingga pembatasan akun.

Berikut gambaran praktik yang sering dibahas serta hal yang perlu diperhatikan:

1. Menggunakan Akun Pembeli dan Penjual

Sejumlah panduan di internet menyebut penggunaan akun pembeli dan penjual untuk membuat transaksi yang kemudian dibayar menggunakan limit SPayLater. Dalam praktiknya, transaksi tersebut dibuat seolah-olah terjadi seperti pembelian barang atau jasa melalui marketplace.

Cara tersebut berisiko apabila transaksi hanya dibuat untuk mengubah limit kredit menjadi uang tunai tanpa adanya jual beli yang sebenarnya. Pengguna juga dapat menghadapi pemeriksaan atau tindakan dari platform apabila aktivitas pada akun dianggap tidak sesuai dengan ketentuan layanan.

2. Melakukan Transaksi Menggunakan SPayLater

Dalam praktik yang dibahas sejumlah sumber, akun pembeli melakukan pemesanan terhadap produk atau jasa dari akun penjual dan memilih SPayLater sebagai metode pembayaran. Setelah pembayaran dilakukan, pesanan kemudian diproses melalui akun penjual.

Namun, transaksi semacam ini perlu dibedakan dari jual beli yang benar-benar dilakukan untuk memperoleh barang atau jasa. Jika transaksi sengaja dibuat tanpa adanya kebutuhan atau barang yang sebenarnya, praktik tersebut dapat dianggap sebagai penyalahgunaan fasilitas kredit.

3. Mengonfirmasi Pesanan

Pada transaksi marketplace yang normal, penjual memproses pesanan dan pembeli menerima barang atau jasa yang telah dibeli. Konfirmasi penerimaan kemudian dilakukan setelah pesanan benar-benar diterima oleh pembeli.

Pengguna sebaiknya tidak membuat konfirmasi penerimaan untuk transaksi yang sebenarnya tidak terjadi. Tindakan tersebut dapat menimbulkan masalah apabila transaksi diperiksa karena tidak sesuai dengan aktivitas jual beli yang sebenarnya.

4. Menunggu Dana Masuk ke Saldo Penjual

Dalam transaksi jual beli yang sah, dana hasil penjualan akan masuk ke saldo penjual sesuai mekanisme yang berlaku pada platform. Dana tersebut kemudian dapat digunakan atau ditarik sesuai fitur yang tersedia bagi penjual.

Namun, mekanisme tersebut tidak dapat dianggap sebagai cara resmi untuk mencairkan limit SPayLater. Jika transaksi sejak awal dibuat hanya untuk mendapatkan uang tunai, pengguna tetap menghadapi risiko terhadap akun dan kewajiban pembayaran paylater.

5. Memahami Risiko Sebelum Menggunakan SPayLater

Pengguna juga perlu memperhatikan bahwa pencairan limit melalui pihak ketiga atau transaksi yang tidak sebenarnya dapat menimbulkan kerugian. Risiko yang mungkin muncul antara lain biaya atau potongan yang besar, penipuan, hingga pembatasan atau pemblokiran akun.

Selain itu, tagihan SPayLater tetap menjadi kewajiban pengguna meskipun dana yang diperoleh telah digunakan untuk kebutuhan lain. Oleh karena itu, pengguna perlu memastikan kemampuan membayar sebelum menggunakan fasilitas tersebut.

6. Pilih Layanan Resmi untuk Mendapatkan Dana Tunai

Jika tujuan utama pengguna ialah memperoleh uang tunai, Shopee menyediakan SPinjam sebagai layanan yang memang ditujukan untuk kebutuhan pinjaman. Layanan tersebut berbeda dari SPayLater yang fungsi utamanya sebagai fasilitas pembayaran untuk transaksi.

SPinjam disediakan oleh PT Lentera Dana Nusantara yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan informasi resmi ShopeePay, layanan tersebut menawarkan pinjaman tanpa agunan dengan pilihan tenor dua, tiga, enam, sembilan, hingga dua belas bulan dan bunga mulai dari 1,95 persen per bulan.

Pada dasarnya, tidak ada cara resmi untuk memindahkan limit SPayLater secara langsung ke rekening bank. Pengguna sebaiknya menghindari tawaran pencairan instan yang meminta transaksi fiktif atau melibatkan pihak ketiga dan memilih layanan keuangan resmi sesuai kebutuhan serta kemampuan membayar.
   

Cara Bijak Menggunakan SPayLater

Mengutip laman resmi ShopeePay, penggunaan paylater perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Pengguna juga disarankan menghindari layanan pencairan dana instan yang tidak resmi serta praktik gestun.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pengguna antara lain:
  • Gunakan untuk kebutuhan penting: Prioritaskan SPayLater untuk membeli barang atau layanan yang memang diperlukan dan hindari penggunaan secara impulsif.
  • Perhatikan kemampuan bayar: Pastikan tagihan dapat dilunasi sesuai waktu yang ditentukan dan jangan menggunakan limit melebihi kemampuan finansial.
  • Pilih layanan resmi: Gunakan produk paylater atau layanan kredit yang resmi dan berizin sesuai ketentuan OJK.
  • Hindari gestun: Jangan menggunakan jasa pihak ketiga yang menawarkan pencairan limit secara instan karena risikonya dapat lebih besar daripada manfaat yang ditawarkan.
Pengguna juga perlu mengingat bahwa tagihan SPayLater tetap harus dibayarkan sesuai nominal dan tanggal jatuh tempo. Keterlambatan pembayaran dapat menimbulkan konsekuensi seperti denda, pembatasan voucher dan promosi, hingga pembekuan akun sesuai ketentuan layanan.

Saat ini, layanan paylater dapat digunakan di berbagai platform, termasuk e-commerce dan toko offline melalui QRIS. Kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan penggunaan yang bertanggung jawab agar fasilitas kredit tidak berubah menjadi beban keuangan.

(Angel Rinella)

(Riza Aslam Khaeron)