Ilustrasi. Foto: Magnific.
Ekosistem Keuangan Berbasis Emas Syariah Mulai Dikembangkan
Ade Hapsari Lestarini • 20 September 2026 19:11
Yogyakarta: Pengembangan layanan keuangan berbasis emas menjadi salah satu peluang dalam memperluas ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. PT Bank Syariah Nasional (BSN) dan PT Mentari Bayt Coin (MBC) menjalin kerja sama untuk mengembangkan layanan berbasis emas yang sesuai dengan prinsip syariah.
Kerja sama tersebut mencakup penyediaan produk emas Mentari Bayt Coin bagi BSN, termasuk mekanisme pembelian kembali (buyback). Kolaborasi tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangkaian Grand Launching MBC Gold di Ballroom SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Sabtu, 19 September 2026.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan berbasis emas yang dapat melengkapi kebutuhan masyarakat dalam mengelola aset sesuai prinsip syariah.
"BSN ingin tumbuh bersama ekosistem. Kolaborasi dengan Mentari Bayt Coin ini membuka peluang menghadirkan alternatif produk dan layanan berbasis emas yang melengkapi kebutuhan masyarakat dalam mengelola keuangannya sesuai prinsip syariah," kata Alex, dalam keterangan tertulis, Minggu, 20 September 2026.
Menurut Alex, emas memiliki kedekatan dengan masyarakat Indonesia dan selama ini digunakan sebagai salah satu instrumen untuk menyimpan nilai aset. Kondisi tersebut dinilai membuka ruang bagi pengembangan layanan keuangan berbasis emas di sektor perbankan syariah.
"Kolaborasi antara industri perbankan syariah dengan pelaku usaha emas memiliki ruang pengembangan yang luas, terutama ketika didukung oleh ekosistem dan layanan yang semakin terintegrasi," ujar dia.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor. Foto: dok BSN.
Memperluas sinergi layanan perbankan syariah dan ekosistem emas
Dalam kerja sama tersebut, MBC menyediakan emas batangan Mentari Bayt Coin bagi Bank BSN dengan tingkat kemurnian 99,99 persen dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Produk tersebut tersedia dalam berbagai denominasi, mulai dari satu gram hingga 100 gram maupun gramasi khusus sesuai kebutuhan BSN. MBC juga menyebut produk tersebut dilengkapi teknologi keamanan Bullion Protect.
Untuk mendukung transaksi business-to-business (B2B), proses bisnis tersebut menggunakan portal digital terintegrasi milik MBC. Platform tersebut memungkinkan BSN memantau pergerakan harga secara real-time, menerbitkan purchase order (PO), memproses instrumen pembayaran, melacak pengiriman, hingga melakukan validasi keaslian produk fisik melalui pemindaian kode Quick Response (QR).
Kerja sama ini juga diarahkan untuk memperluas sinergi antara layanan perbankan syariah dan ekosistem usaha berbasis emas.
"Kolaborasi ini tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama. Yang terpenting adalah bagaimana sinergi ini nantinya dapat menghadirkan manfaat nyata dan membangun ekosistem ekonomi syariah yang semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan," ujar Alex.
Peluncuran MBC Gold dan penandatanganan PKS tersebut turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah Bambang Setiaji, serta sejumlah Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dan mitra lainnya.
Sementara itu, Direktur Utama MBC Jebul Suroso mengatakan pengembangan bisnis emas dapat diintegrasikan dengan berbagai lini ekosistem, termasuk Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Menurut dia, tiga pilar bisnis MBC, yakni penjualan langsung, cicilan emas, dan tabungan emas, dapat dikembangkan bersama berbagai AUM di sektor pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya.
"Bisnis emas MBC nanti bisa disinergikan dengan AUM-AUM kita, baik itu di bidang pendidikan, kesehatan maupun lainnya. Nanti bisa diterapkan pada berbagai aspek, termasuk untuk tabungan mereka, tabungan hari tua atau pensiun, ataupun untuk kebutuhan lainnya," papar Jebul.
Ia mengatakan, perbankan syariah dapat berperan dalam pengembangan layanan keuangan di lingkungan AUM dan ekosistem Muhammadiyah. "Jadikan bank-bank utama itu sebagai penopang pergerakan ekonomi di AUM-AUM kita," kata dia.