Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Harus Kuat agar Bisa Bantu Palestina

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Ponpes Gontor. Foto: Setpres.

Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Harus Kuat agar Bisa Bantu Palestina

Anggi Tondi Martaon • 19 September 2026 16:14

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat agar mampu membantu masyarakat yang tertindas oleh bangsa lain, seperti yang dialami Palestina.

"Karena dengan kekuatan, kalau kita kuat, kita bisa membantu saudara-saudara kita yang tertindas dan yang ditindas oleh bangsa-bangsa lain," kata Prabowo dalam sambutannya pada Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Pesantren Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dikutip dari Antara, Sabtu, 19 September 2026.

Kepala Negara mengatakan kondisi masyarakat Palestina yang terus menghadapi serangan menjadi salah satu hal yang mendorong pentingnya Indonesia membangun kekuatan nasional. Prabowo sebelumnya mengaku teringat masyarakat Palestina ketika menyampaikan sambutan dalam acara peringatan 100 tahun Ponpes Gontor tersebut.

Prabowo yang diberikan kafiyeh oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari di sela pidatonya, terlihat menyeka matanya dengan sorban khas tersebut saat kembali ke atas mimbar.

Presiden Prabowo juga meneriakkan free Palestine berkali-kali saat berpidato. "Saya minta maaf. Tadi saya teringat saudara-saudara kita di Palestina," ungkap Prabowo.

Prabowo mengatakan Indonesia perlu belajar sungguh-sungguh dan membangun bangsa yang kuat. Sehingga, memiliki kemampuan menghadapi berbagai tantangan.

"Saya kira ini justru yang mendorong kita semua, apalagi saudara-saudara, apalagi para kiai, apalagi para ulama, apalagi para pendidik di institusi-institusi seperti Gontor ini. Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak," sebut Prabowo.

Menurut Prabowo, kekuatan bangsa juga berkaitan dengan kemampuan untuk berdiri sendiri dan tidak bergantung kepada bangsa lain.

Presiden Prabowo Subianto memeluk Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari dalam resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Kepala Negara menambahkan Indonesia harus mampu mengurus, menjaga, dan memperkuat dirinya sendiri dengan mengelola kekayaan yang dimiliki.

Prabowo juga mengingatkan pentingnya belajar dari sejarah agar Indonesia tidak kembali mengalami penjajahan.

"Dan kita harus bertekad, jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun. Kita harus kuat," kata Prabowo.

(Anggi Tondi)