Prabowo dan PM Australia akan Tandatangani Traktat Keamanan Bersama

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese saat bertemu di Australia. Foto: BPMI Setpres

Prabowo dan PM Australia akan Tandatangani Traktat Keamanan Bersama

Fajar Nugraha • 5 February 2026 17:22

Jakarta: Perdana Menteri Australia Anthony Albanese akan melakukan perjalanan ke Jakarta pada 5 hingga 7 Februari 2026 dan dijadwalkan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.

Ketika bertemua Presiden Prabowo, Albanese akan menandatangani Traktat Australia-Indonesia mengenai Keamanan Bersama.
 
Traktat ini mencerminkan persahabatan, kemitraan, dan kepercayaan yang mendalam antara Australia dan Indonesia. Hal ini akan membawa kerja sama Australia-Indonesia ke tingkat yang baru, demi keamanan bersama kita dan kawasan ini.

"Traktat baru ini merupakan momen penting dalam hubungan Australia-Indonesia,” ucap Perdana Menteri Anthony Albanese, dalam keterangan tertulis yang diterima dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis 5 Februari 2026.
 
“Hal ini melambangkan kerja sama keamanan dan pertahanan kita yang semakin besar dan menunjukkan bahwa hubungan kita menjadi lebih kuat dari sebelumnya,” ujar PM Albanese.
 
“Ikatan Australia dengan Indonesia unik dan abadi, sebagai tetangga, mitra, dan teman yang berkomitmen pada Indo-Pasifik yang aman, stabil, dan makmur,” imbuhnya.
 
“Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas undangannya untuk mengunjungi Indonesia guna menandatangani perjanjian bersejarah ini dan berharap dapat membahas cara-cara agar kita dapat terus bekerja sama,” PM Albanese menambahkan.
 
Selama kunjungannya, Perdana Menteri Albanese akan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Penny Wong, yang akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono selama kunjungan tersebut.

“Australia dan Indonesia bersama-sama telah mengambil langkah terpenting dalam memperkuat kemitraan kita dalam tiga puluh tahun terakhir – membawa kerja sama kita ke tingkat yang lebih tinggi, bertindak bersama untuk mengamankan perdamaian dan stabilitas bagi negara kita dan kawasan ini,” kata Menlu Wong.
 
“Di momen yang penuh ketidakpastian saat ini, hal ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan kita dan rasa hormat yang kita miliki satu sama lain. Traktat ini merupakan bagian dari bagaimana Pemerintah Albanese membangun masa depan Australia di kawasan kita,” tambah Menlu Wong.

Selain keamanan regional, Australia dan Indonesia bekerja sama dengan erat di berbagai bidang termasuk perdagangan dan investasi, pendidikan, dan pembangunan.
 
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat merupakan peluang besar bagi bisnis dan investor Australia, yang sedang kami upayakan untuk diwujudkan termasuk melalui Invested: Australia’s Southeast Asia Economic Strategy to 2040.
 
Terdapat permintaan yang besar di kalangan penduduk Indonesia terkait pendidikan, perawatan kesehatan, dan barang konsumsi di Australia. Pada saat yang sama, investasi Indonesia ke Australia telah meningkat. Hal ini baik untuk lapangan kerja, bisnis, dan ekonomi Australia.
 
Ini akan menjadi kunjungan resmi kelima Perdana Menteri Australia ke Indonesia. Wakil Perdana Menteri Richard Marles akan menjabat sebagai Penjabat Perdana Menteri hingga Albanese kembali dari luar negeri.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)