Pemimpin Venezuela Maria Corina Machado memberi medali Nobel Perdamaian ke Trump. (The White House)
Komite Nobel: Hadiah Nobel Melekat pada Pemenang, Tapi Medalinya Bisa Diberikan
Willy Haryono • 17 January 2026 17:58
Oslo: Hadiah Nobel Perdamaian tetap melekat secara tak terpisahkan pada individu atau organisasi pemenangnya, meski medalinya dapat diberikan kepada pihak lain. Hal itu ditegaskan Komite Nobel Norwegia pada Jumat, sehari setelah pemenang tahun lalu menyerahkan medalinya kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado telah menyerahkan medalinya kepada Trump, yang menyampaikan terima kasih atas pemberian tersebut. Gedung Putih merilis foto yang memperlihatkan Trump bersama Machado, dengan Trump memegang bingkai berwarna emas yang menampilkan medali tersebut. Seorang pejabat Gedung Putih menyebut Trump berniat menyimpannya.
Penghargaan yang diterima Machado juga mencakup sebuah diploma dan hadiah uang sebesar 11 juta kroner Swedia.
“Terlepas dari apa yang terjadi pada medali, diploma, atau uang hadiah, yang tercatat dalam sejarah sebagai penerima penghargaan tetaplah penerima asli,” kata Komite Nobel Norwegia dalam pernyataan tertulis, dikutip dari AsiaOne, Sabtu, 17 Januari 2026.
Komite tersebut menegaskan tidak ada pembatasan dalam statuta Nobel Foundation mengenai apa yang boleh dilakukan seorang laureat terhadap medali, diploma, maupun uang hadiah. “Seorang laureat bebas untuk menyimpan, memberikan, menjual, atau menyumbangkan item-item tersebut,” bunyi pernyataan itu.
Komite beranggotakan lima orang itu menambahkan bahwa medali dan diploma merupakan simbol fisik yang menegaskan seseorang atau organisasi telah dianugerahi Hadiah Nobel. Namun, “penghargaan itu sendiri, baik kehormatan dan pengakuannya, tetap melekat secara tak terpisahkan pada individu atau organisasi yang ditetapkan sebagai laureat oleh Komite Nobel Norwegia.”
Komite tersebut juga menyatakan tidak mengomentari pernyataan, keputusan, atau tindakan seorang laureat setelah penghargaan diumumkan, tanpa menyebut nama Trump maupun Machado.
Ini bukan kali pertama seorang peraih Nobel memberikan medalinya kepada pihak lain. Pada 1943, peraih Nobel Sastra Knut Hamsun menyerahkan medalinya kepada Menteri Propaganda Nazi Joseph Goebbels.
Pada 2022, peraih Nobel Perdamaian Dmitry Muratov menjual medalinya seharga USD100 juta untuk menggalang dana bagi Unicef guna membantu anak-anak pengungsi Ukraina.
Sementara pada 2024, istri mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menyumbangkan medali dan diploma Nobel Perdamaian 2001 milik Annan kepada kantor PBB di Jenewa.
Baca juga: Pemenang Nobel Perdamaian Venezuela Bawa Medalinya ke Trump