Pemimpin Jepang dan Korea Selatan mencuri perhatian publik bermain musik bersama. Foto: X
Drum, K-Pop, dan Diplomasi: Aksi Tak Terduga Pemimpin Jepang–Korea Selatan
Fajar Nugraha • 16 January 2026 08:58
Tokyo: Para pemimpin Jepang dan Korea Selatan mencuri perhatian publik setelah video mereka bermain drum mengikuti irama K-pop viral di media sosial, memicu gelombang lelucon sekaligus pujian dari warganet.
Momen tak terduga itu melibatkan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, yang terlihat memainkan drum bersama dalam suasana santai di sela pertemuan tingkat tinggi kedua negara.
Sesi bermain drum tersebut berlangsung pada Selasa (13 Januari), menutup hari pertama KTT bilateral selama dua hari di Nara, ibu kota prefektur asal Takaichi. Pemerintah Korea Selatan menyebutkan bahwa Takaichi memimpin sesi tersebut dan membimbing Lee dalam memainkan drum.
Takaichi dikenal sebagai penggemar musik heavy metal dan pemain drum berpengalaman, bahkan pernah tergabung dalam band heavy metal saat masih menjadi mahasiswa.
Dalam video yang beredar, kedua pemimpin tampak mengenakan atasan olahraga berwarna biru elektrik serasi dengan nama masing-masing tertera di bagian dada. Mereka tersenyum sambil membawakan dua lagu K-pop populer, yakni Dynamite dari grup BTS dan Golden dari film animasi pemenang penghargaan KPop Demon Hunters.
Reaksi warganet pun beragam. Sebagian mengolok-olok kemampuan bermain drum keduanya, dengan komentar seperti “itu mengerikan” atau “telingaku sakit”. Tak sedikit pula yang bertanya-tanya apakah video tersebut hasil kecerdasan buatan (AI).
Namun, banyak pula yang menganggap momen tersebut “sangat lucu” dan memuji suasana yang dinilai menyenangkan. Sejumlah pengguna media sosial menyambut positif sisi ringan dan lebih membumi yang ditunjukkan para pemimpin negara.
Seorang pengguna bahkan berkomentar bahwa momen “diplomasi” semacam itu jauh lebih baik daripada “pertikaian domestik yang tidak perlu”. Ada pula yang bercanda bahwa Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong seharusnya ikut bergabung dengan memainkan gitar.
Dalam unggahan di platform X (sebelumnya Twitter) pada Selasa, Takaichi mengungkapkan bahwa Lee pernah menyampaikan mimpinya bermain drum saat mereka bertemu di forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) tahun lalu. Hal itu mendorongnya menyiapkan perlengkapan drum sebagai kejutan.
Lee, dalam unggahannya di X pada Rabu, menyampaikan terima kasih kepada Takaichi atas perhatian tersebut. Ia mengaku bermain drum telah lama menjadi ambisinya.
“Awalnya terasa canggung, tetapi ritmenya perlahan menyatu dan memungkinkan saya mengekspresikan perasaan melalui musik,” tulis Lee, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat 16 Januari 2026.
Menarik paralel dengan hubungan bilateral, Lee menambahkan bahwa Korea Selatan dan Jepang telah belajar untuk saling menghormati perbedaan dan menyesuaikan diri dengan ritme masing-masing, sehingga kerja sama kedua negara kian mendalam seiring waktu.
“Saya berharap kita bisa semakin dekat, selangkah demi selangkah,” tulisnya.
Pertemuan Puncak Dua Hari
Sebelumnya, pada 9 Januari, Kantor Kepresidenan Korea Selatan menyatakan bahwa kedua pemimpin akan mengikuti rangkaian agenda diplomatik bersama selama dua hari. Lee juga dijadwalkan bertemu dengan warga Korea Selatan yang tinggal di Jepang.KTT tersebut bertujuan memperkuat upaya pengembangan hubungan Korea Selatan–Jepang ke arah yang lebih stabil dan berorientasi masa depan.
Pertemuan ini berlangsung sekitar sepekan setelah Lee bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, di tengah ketegangan hubungan Tokyo–Beijing. Ketegangan itu dipicu antara lain oleh pernyataan Takaichi bahwa Jepang dapat mengerahkan pasukan jika serangan Tiongkok terhadap Taiwan menimbulkan ancaman eksistensial.
Dalam pertemuan Selasa, Lee dan Takaichi sepakat untuk memperdalam kerja sama keamanan dan ekonomi guna merespons meningkatnya ketegangan di Asia Timur.
Keduanya juga membahas isu rantai pasok industri, kecerdasan buatan, denuklirisasi Semenanjung Korea, serta kerja sama dengan Amerika Serikat sebagai sekutu bersama.
Dalam unggahan yang sama di X, Takaichi menegaskan bahwa hubungan Jepang–Korea Selatan, termasuk kerja sama trilateral dengan Amerika Serikat, semakin penting di tengah lingkungan strategis yang kian menantang.
Kedua pemimpin sepakat untuk terus bekerja sama dalam menjaga stabilitas kawasan. Takaichi pun dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Korea Selatan untuk pertemuan ketiga mereka, meski tanggalnya belum diumumkan.