Komplotan Pembobol ATM di Pangkep Pakai Truk Tronton untuk Tutupi Aksi

ilustrasi. (Medcom.id)

Komplotan Pembobol ATM di Pangkep Pakai Truk Tronton untuk Tutupi Aksi

Muhammad Syawaluddin • 14 January 2026 14:57

Makassar: Tiga pelaku spesialis pembobolan ATM, yakni HER (33), MRA (29), dan ODE (44), diringkus di Kota Makassar setelah beraksi di dua wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Penangkapan dilakukan tim gabungan Polres Pangkep dan Resmob Polda Sulawesi Selatan.

Panit Reskrim Polsek Bungoro, Iptu Agus Salim, menjelaskan bahwa ketiga pelaku memiliki peran berbeda dalam aksinya. Mereka bahkan menggunakan mobil rental.

"Mereka beraksi menggunakan mobil rental avanza, setelah turun dia menelpon temannya yang menggunakan mobil tronton untuk parkir di depan ATM," kata Agus di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 14 Januari 2026.
 


Setelah tiba di ATM target, pelaku yang datang lebih dulu menghubungi rekannya. Mereka diminta membawa mobil lebih besar atau tronton untuk menutupi ATM tersebut.

"Saat dia beraksi tronton itu disimpan di depan ATM supaya tidak terlihat saat melakukan aksinya," jelas Agus.

Ketiganya menjalankan peran masing-masing. Salah satunya bertugas mengawasi dari dalam mobil untuk memastikan kondisi aman.

"Di sana mereka beraksi, ada yang bagian menunggu di mobil, ada yang mengawasi dan ada yang action untuk memotong ATM itu," ungkap Agus.


Panit Reskrim Polsek Bungoro, Iptu Agus Salim, saat diwawancarai, di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. MTVN/Muhammad Syawaluddin.


Para pelaku membobol mesin ATM menggunakan alat las api yang biasanya dipakai untuk memotong besi. Dengan alat itu, mereka berniat membongkar mesin ATM dan mengambil isinya.

"Untuk sementara TKP-nya ada dua satu di ATM Sulselbar Bungoro dan satu lagi di Labakkang," jelas Agus Salim.

Berdasarkan laporan pihak bank, kerugian akibat pembobolan mencapai Rp120 juta. Saat ini, ketiganya diamankan di Polres Pangkep untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Sesuai dengan laporan dari pihak bank itu kurang lebih Rp120 juta itu masih dikembangkan nantinya," ungkapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)