Sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Iran berhasil dicegat NATO setelah memasuki wilayah udara Turki. (Anadolu Agency)
NATO Cegat Rudal Balistik Iran di Wilayah Udara Turki
Muhammad Reyhansyah • 31 March 2026 12:50
Ankara: Sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Iran berhasil dicegat setelah memasuki wilayah udara Turki oleh sistem pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania Timur.
Kementerian Pertahanan Nasional Turki dalam pernyataan tertulis pada Senin, 30 Maret 2026, menegaskan bahwa Ankara bertindak tegas terhadap setiap potensi ancaman dan terus memantau perkembangan kawasan secara intensif.
Seorang juru bicara NATO juga mengonfirmasi insiden tersebut, menyatakan bahwa aliansi “kembali berhasil mencegat rudal balistik Iran yang mengarah ke Turki,” serta menegaskan kesiapan NATO untuk melindungi seluruh anggotanya dari ancaman serupa.
Kementerian Pertahanan Turki menegaskan bahwa semua langkah yang diperlukan diambil tanpa ragu untuk melindungi wilayah dan ruang udara negara tersebut.
“Semua langkah yang diperlukan diambil secara tegas dan tanpa ragu terhadap setiap ancaman yang ditujukan ke wilayah dan ruang udara negara,” demikian pernyataan kementerian tersebut, dikutip dari Yeni Safak, Selasa, 31 Maret 2026.
Insiden terbaru ini merupakan pencegatan ketiga sejak awal Maret terhadap proyektil yang diluncurkan dari Iran menuju Turki.
Pada 4 Maret, sebuah rudal balistik dicegat setelah melintasi wilayah udara Irak dan Suriah, dengan puing-puingnya jatuh di distrik Dortyol, provinsi Hatay. Insiden serupa kembali terjadi pada 9 Maret, ketika rudal lain dinetralisasi dan serpihannya jatuh di area tak berpenghuni di provinsi Gaziantep tanpa menimbulkan korban.
Pelanggaran berulang terhadap wilayah udara Turki terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi personel militer Amerika Serikat, menyebabkan kerusakan infrastruktur serta gangguan terhadap pasar energi global dan sektor penerbangan.
Baca juga: Turki Panggil Dubes Iran Usai Rudal Balistik Masuk Wilayah Udara