Tantangan Kontingen Indonesia di Asian Games 2026: Cuaca Buruk hingga Efek Erupsi Krakatau

Vice Chef de Mission Indonesia Rama Datau. Dok Metro TV

Tantangan Kontingen Indonesia di Asian Games 2026: Cuaca Buruk hingga Efek Erupsi Krakatau

Surya Perkasa • 11 September 2026 22:17

Jakarta: Vice Chef de Mission Indonesia Rama Datau menyebut kontingen atlet yang akan berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sudah mulai berdatangan di Jepang. Rama yang bertanggung jawab mendukung seluruh kontingen dari sisi logistik dan persiapan atlet menyebut banyak tantangan yang dihadapi atlet dan ofisial yang menemani.

"Kontingen yang kita dukung itu ada 430 orang untuk 35 cabor (cabang olahraga)," kata Rama dalam program Meet Nite Live di Metro TV, Jumat 11 September 2026.

Tantangan pertama adalah memastikan fasilitas tempat tinggal kontingen yang datang memadai. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena kota pelaksanaan Asian Games 2026 bukan kota besar seperti Asian Games sebelumnya.

Kedua kota tidak memiliki wisma atlet terdedikasi untuk memenuhi akomodasi untuk seluruh atlet dan ofisial yang akan berlaga. Panitia Asian Games 2026 menyiapkan hotel, kapal pesiar, hingga akomodasi sementara dari kontainer.

"Agak challenging, karena kan bukan kota besar," ujar Rama.

Selain itu, atlet juga harus beradaptasi dengan cuaca buruk yang sempat menerjang kedua lokasi pelaksanaan. Kontingen cabor basket Indonesia yang sudah bertanding dua kali bahkan harus dievakuasi karena badai menerjang.
 


Rama bahkan menyebut erupsi Anak Krakatau yang terjadi di Indonesia juga memengaruhi perjalanan atlet. Jalur alternatif yang harus diambil membuat atlet berpotensi kelelahan karena perjalanan panjang.

"Perjalanan jadi panjang, karena ada erupsi Krakatau dan tidak bisa berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta. Jadi harus naik kereta dulu ke Surabaya, dan baru terbang ke Nagoya," terang Rama.

Dia berharap beragam tantangan yang dihadapi kontingen Indonesia ini tidak berdampak ke performa atlet dalam pertandingan.
 

Persiapan logistik hingga promosi atlet

Rama mengatakan ofisial kontingen Indonesia terus bahu membahu mendukung para atlet yang akan berlaga. Mereka terus mengatur agar seluruh atlet bisa fokus bertanding.

"Misalnya peralatan. Ada beberapa cabor yang kontingennya harus datang lebih awal. Itu harus kita support," kata Rama.

Dia menyebut tim ofisial juga melakukan beragam kegiatan untuk membuat masyarakat semakin awas dengan kondisi atlet. Mulai dari melakukan kegiatan offline yang mempertemukan atlet dan masyarakat, hingga menggencarkan promosi atlet di sosial media.

"Karena atlet kita kan butuh dukungan juga. Ini penting supaya atlet semakin percaya diri dalam bertanding," kata Rama.
 
Rama berharap masyarakat Indonesia terus memberikan dukungan bagi seluruh atlet yang berlaga. Mulai dari cabor unggulan atau memiliki banyak fans, hingga cabor-cabor baru seperti Teqball. Sebab, dukungan dari masyarakat Indonesia dapat membuat atlet semakin percaya diri dalam pertandingan.

"Yang paling berat itu menurut saya mempersiapkan mental, karena kalau fisik bisa dilatih," tegas Rama.

(Surya Perkasa)