Kerbau kurban milik Masjid Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang terlepas pada Rabu (27/5/2026) malam, setelah akhirnya dilumpuhkan dengan senjata organik Polri. ANTARA/HO-Humas Polres Kudus
4 Kerbau Kurban di Kudus Mengamuk, 2 Dilumpuhkan dengan Tembakan
Whisnu Mardiansyah • 28 May 2026 15:13
Kudus: Sebanyak empat ekor kerbau kurban di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, lepas dari pegangan dan mengamuk saat hendak disembelih pada perayaan Iduladha tahun ini. Dari jumlah tersebut, dua ekor di antaranya terpaksa dilumpuhkan oleh aparat kepolisian karena dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
"Dua ekor kerbau terpaksa kami lumpuhkan menggunakan peluru timah panas karena berpotensi mengancam warga," ujar Wakapolres Kudus, Kompol Rendi Johan Prasetyo di Kudus, seperti dilansir Antara, Kamis, 28 Mei 2026.
Rendi menjelaskan kedua kerbau yang dilumpuhkan tersebut berada di wilayah Klaling dan Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo. Sementara dua ekor kerbau lainnya masing-masing berlokasi di Purwosari, Kecamatan Kota, dan Sempalan, Kecamatan Jati.
Ia menyampaikan bahwa selama proses pemotongan hewan kurban berlangsung pada 10 dan 11 Dzulhijjah, polisi menyiagakan personel untuk menerima laporan warga melalui layanan pusat panggilan (call center) 110, apabila ditemukan hewan kurban yang lepas kendali dan membahayakan.
"Dari empat peristiwa yang dilaporkan, dua ekor kerbau berhasil dilumpuhkan dengan senjata organik Polri atas permintaan warga. Sedangkan dua ekor lainnya masih dapat dikendalikan dan berhasil diamankan oleh panitia kurban," ujar Rendi.
Salah satu kejadian yang cukup menyita perhatian, kata Rendi, adalah kerbau kurban milik Masjid Purwosari yang lepas pada Rabu, 27 Mei 2026, sekitar pukul 16.30 WIB, saat proses penurunan dari mobil pikap. Tali pengikat kerbau terlepas sehingga hewan tersebut langsung berlari kencang tanpa kendali. Kerbau itu akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan karena dianggap mengancam keselamatan warga di sekitarnya.
Menurut Rendi, insiden tersebut bersifat insidental mengingat terdapat ratusan masjid dan musala di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus yang melaksanakan penyembelihan hewan kurban.
"Jika kami boleh memberikan saran, mungkin tahun depan panitia bisa lebih baik lagi dalam mempersiapkan proses pemotongan hewan kurban agar kejadian serupa tidak terulang lagi," ujarnya.
Selain menangani kasus kerbau lepas, Wakapolres juga mengimbau warga agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling).
.png)
Hewan kurban kerbau di Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah. Metro TV
Sementara itu, seekor kerbau kurban yang lepas dan mengamuk di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, pada Rabu, 27 Mei 2026, sempat menyeruduk dua orang pengendara sepeda motor sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh petugas gabungan.
Kapolsek Jati, AKP Hadi Noor Cahyo, mengungkapkan bahwa peristiwa itu bermula ketika kerbau kurban tiba di Masjid Purwosari pada pukul 16.30 WIB dengan diangkut menggunakan mobil pikap. Saat hendak diturunkan, tali pengikat terlepas sehingga hewan tersebut langsung melarikan diri.
"Kerbau itu berlari melewati sejumlah daerah, mulai dari Desa Pasuruan Lor, Pasuruan Kidul, hingga kawasan Jalan Lingkar Kudus," ujar Hadi.
Selain menyeruduk dua pengendara motor, satu orang panitia kurban juga mengalami luka lecet saat berusaha mengamankan hewan tersebut. Petugas gabungan bersama panitia kemudian melakukan pengejaran untuk mencegah kerbau masuk ke kawasan pemukiman maupun jalan raya yang padat kendaraan.
Kerbau akhirnya ditemukan di area semak belukar menuju Desa Goleng, Kecamatan Jati. Karena kondisi hewan yang terus menunjukkan sikap agresif dan sulit dikendalikan, petugas memutuskan untuk melumpuhkannya demi keselamatan warga.
Setelah kerbau melemah, petugas bersama panitia langsung mengikat hewan tersebut. Proses penyembelihan kemudian dilakukan di tempat, dan dagingnya dievakuasi ke Masjid Purwosari sekitar pukul 20.00 WIB.