MPMX Tebar Dividen Tunai Rp451,8 Miliar dalam RUPST 2026

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) MPMX. Foto: Dok istimewa

MPMX Tebar Dividen Tunai Rp451,8 Miliar dalam RUPST 2026

Eko Nordiansyah • 28 May 2026 15:44

Jakarta: PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) meningkatkan pembagian dividen tunai kepada pemegang saham pada tahun ini. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), MPMX menetapkan penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 untuk dividen.

RUPST menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp170 per saham dengan total nilai sebesar Rp451,8 miliar. Jumlah ini setara dengan dividend yield sebesar 16 persen terhadap harga saham Perseroan pada penutupan perdagangan Senin, 25 Mei 2026.

“Peningkatan dividen tahun ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk terus memberikan nilai yang berkelanjutan kepada para pemegang saham, sekaligus mencerminkan keyakinan kami terhadap kekuatan fundamental dan prospek jangka panjang perseroan,” kata Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarwati dalam keterangan tertulis, Kamis, 28 Mei 2026.


(Ilustrasi bisnis MPMX. Foto: Dok istimewa)

Dinamika industri otomotif  

Sepanjang 2025, perseroan mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp16,2 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp462 miliar. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pendapatan dan laba bersih masing-masing mengalami penyesuaian sebesar satu dan 19 persen, yang mencerminkan dinamika industri otomotif.

“Tahun 2025 menjadi periode yang penuh dinamika bagi industri otomotif dan mobilitas nasional yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar,” ungkapnya.
 
Namun demikian, perseroan tetap mampu menjaga kinerja usaha yang sehat melalui pendekatan yang lebih selektif, disiplin, dan adaptif terhadap perubahan pasar. Perseroan terus berfokus pada disiplin operasional, efisiensi biaya, pengelolaan risiko yang prudent, serta optimalisasi portofolio bisnis guna menjaga pertumbuhan jangka panjang.
 
“Di tengah kondisi industri yang menantang, kami tetap berupaya menjaga kualitas bisnis dan memperkuat fundamental usaha secara berkelanjutan,” ujar dia.

(Eko Nordiansyah)